Jakarta (KABARIN) - Samsung dikabarkan bakal tetap menjual lini ponsel Galaxy S26 di Amerika Serikat dengan harga yang sama seperti Galaxy S25 meski biaya komponen global terus naik dan banyak ponsel flagship lain menaikkan harga.
Dilansir GSM Arena pada Selasa, keputusan ini diambil untuk menjaga daya saing di pasar AS, terutama menghadapi persaingan ketat dari Apple dan produsen ponsel asal China.
Kebijakan harga ini cuma berlaku di Amerika Serikat. Di negara lain, termasuk Korea Selatan sebagai rumah Samsung, harga Galaxy S26 kemungkinan bisa naik.
Sebagai referensi, Galaxy S25 sebelumnya dijual mulai dari 799 dolar AS atau sekitar Rp13,3 juta untuk model standar, 999 dolar AS atau Rp16,7 juta untuk S25+, dan 1.299 dolar AS atau Rp21,7 juta untuk S25 Ultra. Model Galaxy S26, S26+, dan S26 Ultra diperkirakan akan dipasarkan dengan kisaran harga serupa.
Strategi menjaga harga ini juga berlaku untuk ponsel lipat terbaru Samsung, Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Flip8, yang bakal dijual setara dengan pendahulunya.
Meski begitu, beberapa model Galaxy A Series kelas menengah tetap diprediksi akan mengalami kenaikan harga.
Hingga kini Samsung belum resmi mengumumkan jadwal peluncuran, tetapi laporan media Korea menyebut Galaxy S26 akan diperkenalkan pada 25 Februari di San Francisco, Amerika Serikat. Sementara Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Flip8 kemungkinan meluncur pada Juli mendatang.
Sumber: GSM Arena