Asha Sharma Pimpin Divisi Game Microsoft, Tegaskan Game Tetap Karya Manusia

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Industri gim global kembali diguncang kabar besar. Microsoft mengumumkan perubahan signifikan di pucuk pimpinan divisi gimnya. CEO Microsoft Gaming, Phil Spencer, serta Presiden Xbox, Sarah Bond, resmi meninggalkan perusahaan.

Tongkat estafet kepemimpinan kini beralih ke Asha Sharma, yang sebelumnya menjabat sebagai Presiden produk CoreAI di Microsoft dan pernah berkarier di Instacart serta Meta. Pergantian ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Microsoft akan semakin agresif mengintegrasikan kecerdasan artifisial (AI) ke dalam ekosistem gaming mereka.

Microsoft sebenarnya bukan pemain baru dalam eksperimen AI di industri gim. Perusahaan ini telah mengembangkan asisten gim berbasis AI, bahkan sempat meluncurkan level “Quake II” yang dibuat menggunakan AI—meski hasilnya kala itu menuai berbagai catatan teknis.

Dalam memo internal yang dipublikasikan oleh The Verge, Sharma menegaskan visinya untuk menghadirkan model bisnis baru dan cara bermain yang berbeda. Ia menyebut bahwa monetisasi dan AI akan terus berkembang dan menjadi elemen penting dalam masa depan industri ini.

Namun, ia juga memberi penekanan penting: Microsoft tidak akan mengejar efisiensi jangka pendek atau “membanjiri ekosistem dengan konten AI tanpa jiwa.”

Game Tetap Soal Kreativitas Manusia

Sharma menegaskan bahwa game tetaplah karya seni yang dibuat oleh manusia, dengan teknologi sebagai alat pendukung—bukan pengganti kreativitas.

Dalam memo tersebut, ia menyampaikan tiga komitmen utama:

  • Menciptakan game hebat yang dicintai pemain.
  • Memprioritaskan Xbox sebagai inti ekosistem.
  • Mengembangkan AI dan monetisasi secara bertanggung jawab.

Langkah ini membuka babak baru bagi Microsoft Gaming. Di tengah kompetisi ketat dan tren AI yang terus melesat, arah baru ini berpotensi mengubah cara game dikembangkan, dimainkan, dan dinikmati.

Kini pertanyaannya bukan lagi apakah AI akan masuk ke dunia game—tetapi seberapa jauh ia akan membentuk masa depan industri tersebut.

Sumber: Tech Crunch

Bagikan

Mungkin Kamu Suka