Pemerintah Belanda menyatakan siap menjaga keamanan wilayah Kepulauan Karibia di tengah situasi geopolitik yang memanas akibat krisis di Venezuela. Meski begitu, Belanda menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada ancaman langsung terhadap pulau-pulau tersebut.
Menteri Pertahanan Belanda Ruben Brekelmans mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi di kawasan Karibia, terutama pulau-pulau yang menjadi bagian dari Kerajaan Belanda.
“Kunjungan ke wilayah Karibia bagian dari kerajaan ini sangat penting. Saya berkomunikasi dengan personel militer dan pejabat pemerintah mengenai upaya kami untuk memastikan keamanan pulau-pulau tersebut dan untuk memantau perkembangan di sana,” kata Brekelmans melalui akun X pada Senin.
Ia menambahkan, meski kondisi saat ini masih relatif aman, pemerintah Belanda tetap bersiaga menghadapi kemungkinan terburuk.
“Meskipun tidak ada ancaman langsung terhadap pulau-pulau tersebut, kami siap menghadapi berbagai skenario,” imbuhnya.
Situasi di kawasan tersebut ikut menjadi perhatian internasional setelah Amerika Serikat melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela pada 3 Januari. Dalam operasi itu, Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap dan dibawa ke New York.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Maduro dan Flores akan diadili dengan tuduhan terlibat dalam “narkoterorisme” serta dianggap menimbulkan ancaman, termasuk bagi Amerika Serikat.
Menanggapi perkembangan tersebut, Perdana Menteri Belanda Dick Schoof mengatakan pemerintahnya terus memantau situasi di Venezuela serta dampaknya terhadap wilayah Karibia. Ia menegaskan bahwa warga di Kepulauan Karibia yang menjadi bagian dari Kerajaan Belanda, yakni Aruba, Curacao, dan Bonaire, bisa mengandalkan dukungan penuh dari negara.
Pernyataan ini menegaskan sikap Belanda yang tetap waspada di tengah ketegangan regional, sekaligus memastikan keamanan dan stabilitas wilayah Karibia tetap terjaga.
Sumber: SPU