Istanbul (KABARIN) - Uni Eropa gagal mendapatkan dukungan Amerika Serikat dan negara-negara G7 lainnya untuk rencana memblokir pengiriman minyak Rusia lewat paket sanksi ke-20.
Seorang diplomat anonim mengatakan kepada kantor berita Rusia Tass di Brussels pada Senin (23/2) bahwa UE mengajukan usulan agar perusahaan Eropa dilarang mengangkut minyak Rusia dan menyediakan layanan pemeliharaan, pasokan, pembiayaan, serta asuransi untuk kapal tanker yang membawa minyak Rusia, apa pun benderanya.
"UE menyampaikan kepada AS dan G7 rencana untuk melarang sepenuhnya perusahaan Eropa mengangkut minyak Rusia serta menyediakan layanan pemeliharaan, pasokan, pembiayaan, dan asuransi bagi kapal tanker yang mengangkut minyak Rusia, apa pun benderanya," kata diplomat itu yang berbicara secara anonim.
"Komisi Eropa mengundang para mitra untuk memberlakukan pembatasan serupa. Amerika Serikat menolak," katanya.
Ia menambahkan tidak menutup kemungkinan AS akan memberlakukan langkah dan dengan persyaratannya sendiri pada waktunya.
"Mitra G7 lainnya menyatakan bergabung dengan sanksi UE dimungkinkan, tetapi tidak memberikan janji yang jelas," kata sumber itu.
Sejak perang Ukraina pecah pada Februari 2022, Rusia menjadi negara yang paling banyak dijatuhi sanksi di dunia, bahkan melampaui Iran, Suriah, dan Korea Utara. Lebih dari 16.500 tindakan pembatasan telah diterapkan terhadap individu, entitas, kapal, dan pesawat Rusia menurut data pelacakan sanksi global.
Sumber: ANAD