Moskow (KABARIN) - Pemerintah Yunani menegaskan tidak akan ikut mengirim pasukan militer Eropa ke Ukraina. Meski begitu, Athena masih membuka peluang memberi dukungan lewat cara lain di luar wilayah konflik.
"Yunani tidak akan berpartisipasi dalam pengerahan pasukan militer Eropa di wilayah Ukraina, seperti yang telah dijelaskan oleh perdana menteri," ujar sumber dari Pemerintah Yunani kepada wartawan, Selasa.
Sumber tersebut menyebutkan bantuan yang mungkin diberikan Yunani bisa berupa dukungan non tempur, salah satunya lewat pengawasan maritim di kawasan tertentu.
Sikap ini disampaikan di tengah pertemuan tingkat tinggi Koalisi Sukarela yang digelar di Paris, Prancis, pada Selasa. Forum tersebut membahas berbagai opsi jaminan keamanan untuk Ukraina, termasuk wacana pembentukan pasukan multinasional.
Dalam pertemuan itu hadir pula utusan khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Steve Witkoff, serta Jared Kushner yang juga menantu Trump.
Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis dilaporkan ikut menyampaikan pandangannya terkait pentingnya penyelarasan sikap negara Eropa. Ia menilai Uni Eropa perlu memiliki strategi yang solid saat berkomunikasi dan bernegosiasi dengan Amerika Serikat dan Rusia.
Sikap serupa juga datang dari Kroasia. Perdana Menteri Kroasia Andrej Plenkovic menyampaikan melalui platform X bahwa negaranya tidak akan mengirim pasukan militer ke Ukraina.
Sumber: SPU