ICWA Minta Indonesia Lebih Tegas Menyikapi Aksi AS di Venezuela

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Indonesian Council on World Affairs atau ICWA mendorong pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap yang lebih tegas dalam menyikapi serangan Amerika Serikat ke Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores.

Dalam pernyataan yang diterima di Jakarta pada Rabu, ICWA menilai Indonesia seharusnya berdiri bersama komunitas internasional untuk mengecam langkah Amerika Serikat yang dinilai berisiko mengganggu perdamaian global.

“Indonesia bersama masyarakat internasional perlu bersikap tegas dengan mengecam tindakan AS terhadap Venezuela yang membahayakan perdamaian dunia tersebut,” tulis ICWA dalam pernyataannya.

Lembaga independen yang berdiri sejak 1997 atas prakarsa mantan Menteri Luar Negeri Ali Alatas itu menyoroti bahwa aksi militer AS dan penangkapan Presiden Maduro merupakan rangkaian kejadian serius yang bisa mengancam stabilitas dan keamanan dunia.

ICWA juga mengingatkan bahwa pola agresi seperti ini bukan hal baru dan kerap terjadi di berbagai wilayah.

“Agresi AS ini sudah berulang kali terjadi baik di kawasan Amerika Latin maupun kawasan lainnya,” lanjut pernyataan tersebut.

Menurut ICWA, tindakan Amerika Serikat jelas bertentangan dengan hukum internasional, melanggar prinsip kedaulatan negara, non intervensi, serta tidak sejalan dengan Piagam Perserikatan Bangsa Bangsa.

“Oleh karena itu agresi yang dilakukan AS ke Venezuela tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun,” tegas ICWA.

Sebagai informasi, pada 3 Januari lalu Amerika Serikat melancarkan operasi besar di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan Cilia Flores, lalu membawa keduanya ke New York.

Presiden AS Donald Trump menyatakan Maduro dan istrinya akan diadili atas dugaan keterlibatan dalam narko terorisme dan dianggap sebagai ancaman, termasuk bagi Amerika Serikat.

Namun dalam sidang perdana di pengadilan New York pada Senin 5 Januari, Maduro dan Flores sama sama menyatakan tidak bersalah atas semua dakwaan.

Maduro yang didakwa atas konspirasi terorisme narkoba dan kepemilikan senjata api menegaskan posisinya sebagai kepala negara Venezuela.

“Saya tidak bersalah. Saya seorang pria yang baik,” ujar Maduro.

Pernyataan serupa juga disampaikan Cilia Flores yang membantah seluruh tuduhan pidana yang dialamatkan kepadanya.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka