Jakarta (KABARIN) - Juara dunia kelas ringan putri World Boxing Association (WBA) Stephanie Han lolos ujian ketika meraih kemenangan melawan legenda hidup Holly Holm di San Juan, Puerto Rico, untuk mempertahankan gelar juaranya.
"Saat pertandingan dihentikan, skor juri menunjukkan 69–65, 68–65, dan 69–64, semuanya menguntungkan sang juara, yang berhasil mempertahankan gelarnya untuk kedua kalinya," demikian laporan WBA dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, Kamis.
Han keluar sebagai pemenang melalui keputusan teknis setelah tujuh ronde, ketika luka robek di dahi Han akibat tabrakan yang tidak disengaja memaksa pertarungan dilanjutkan ke penilaian juri.
Juara asal Amerika Serikat itu tampil hampir sempurna, menggunakan serangan balik yang tajam yang secara konsisten membuat Holm tidak bisa membalas sepanjang pertarungan.
Meskipun penantang mengendalikan tempo pertarungan sebagian besar waktu, sang juara menanggapi dengan efektif setiap kali, mempertahankan kendali dalam pertukaran serangan dan secara bertahap mengumpulkan poin di kartu skor untuk menegaskan dominasinya.
WBA menyatakan bahwa hasil itu menunjukkan penampilan yang mengesankan dari juara bertahan, keunggulannya jelas dan hanya terganggu oleh benturan kepala yang tidak disengaja yang menghentikan pertarungan.
Dengan kemenangan itu, Han mempertahankan rekor tak terkalahkannya, meningkatkan rekornya menjadi 12 kemenangan, termasuk tiga melalui knockout (KO).
Han merebut sabuk juara dunia pada Februari 2025 setelah secara spektakuler mengalahkan Hannah Terlep dengan pukulan straight kanan hanya dalam waktu 1 menit 59 detik pada ronde pembuka.
Petinju yang juga menjadi polisi wanita itu mempertahankan gelar pertamanya pada Agustus 2025 dengan bertandang ke Orlando untuk menghadapi Paulina Angel dari Kolombia.
Meskipun mengalami KO di ronde pertama, Han menunjukkan ketangguhan dan ketenangan, untuk bangkit meraih kemenangan dengan keputusan bulat.
Kemenangan terbaru melawan Holm adalah bagian dari perjalanan Han di dunia tinju yang dipenuhi dengan tantangan sejak awal.
Han menegaskan dominasinya setelah memaksa Holm mengakui keunggulannya dan menerima rekornya menjadi 34 kemenangan, tiga kekalahan, dan tiga seri.
Sumber: ANTARA