Moskow (KABARIN) - Uni Eropa (EU) "menyesalkan" kematian warga sipil di Venezuela selama operasi militer Amerika Serikat berlangsung di negara tersebut pada akhir pekan, kata juru bicara Komisi Uni Eropa, Anitta Hipper, Kamis (8/1).
"Kami menyesali setiap kematian, setiap korban sipil [selama operasi militer di Venezuela], sementara jumlahnya masih perlu dikonfirmasi," kata jubir.
Pada 3 Januari Amerika Serikat meluncurkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela dan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, dan membawa mereka terbang ke New York.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Maduro dan Flores akan menjalani persidangan lantaran diduga terlibat dalam "narkoterorisme" dan menimbulkan ancaman, termasuk bagi AS.
Sehubungan dengan kondisi tersebut, Caracas kemudian mendesak pertemuan darurat PBB untuk membahas operasi AS tersebut.
Sementara itu, Mahkamah Agung Venezuela untuk sementara waktu menyerahkan tugas kepala negara kepada Wakil Presiden Delcy Rodriguez, yang secara resmi dilantik sebagai presiden sementara di hadapan Majelis Nasional pada 5 Januari.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Sumber: SPU