Jakarta (KABARIN) - Pelatih Arema FC Marcos Santos mengaku timnya sedang mencari tambahan amunisi di lini depan untuk menghadapi sisa kompetisi BRI Super League musim 2025/2026.
Santos menyoroti absennya Dalberto yang pulang ke Brasil karena urusan pribadi sebagai faktor yang cukup mempengaruhi ketajaman serangan Singo Edan. “Kami benar-benar butuh dia dan harus evaluasi agar tim lebih kuat di putaran kedua,” ujarnya.
Saat ini, Arema FC punya tiga penyerang yaitu Dedik Setiawan, Ian Puleio, dan Razza Fachrezi, tapi performa mereka dinilai belum maksimal. Dalam tiga laga terakhir, tim hanya berhasil mencetak dua gol, bahkan di dua pertandingan terakhir Arema FC gagal mencetak gol saat kalah 0-1 dari Persita Tangerang dan Bali United.
Dalberto sejatinya menjadi pemain kunci musim ini dengan catatan 10 gol dari 12 laga dan total bermain 1.080 menit. Sejak bergabung dari Madura United pada awal musim 2024/2025, penyerang berusia 31 tahun itu sudah tampil 50 kali, mencetak 27 gol, dan menyumbang tujuh assist dari total 4.094 menit bermain.
Marcos Santos menegaskan pada bursa transfer mendatang Arema FC harus mendatangkan penyerang anyar untuk menutupi kekosongan ini dan memperkuat lini depan.
Sumber: ANTARA