Khamenei Tuding Demonstran Cari Restu AS di Tengah Krisis Iran

waktu baca 2 menit

Teheran (KABARIN) - Di tengah tekanan ekonomi dan gelombang protes yang belum mereda, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tampil di layar televisi nasional untuk menyampaikan pesan penting kepada rakyatnya. Dalam pidato kenegaraan pada Jumat (9/1), Khamenei menekankan satu hal utama: persatuan nasional.

Ia menyerukan agar masyarakat Iran tidak terpecah oleh situasi yang sedang memanas, seraya menuding sebagian demonstran bertindak bukan demi kepentingan bangsa sendiri.

“Mereka merusak jalanan milik mereka sendiri hanya untuk menyenangkan presiden negara lain,” ujar Khamenei, merujuk secara tidak langsung kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dalam nada tegas, Khamenei meminta Washington untuk mengurusi persoalan dalam negerinya sendiri. Menurutnya, Iran tidak akan gentar menghadapi apa yang ia sebut sebagai tindakan sabotase, baik dari dalam maupun luar negeri.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Iran masih bergulat dengan aksi unjuk rasa yang meluas di sejumlah kota. Protes ini dipicu oleh anjloknya nilai tukar rial serta tekanan ekonomi yang kian dirasakan masyarakat sejak akhir bulan lalu. Meski pemerintah telah mengambil berbagai langkah pengamanan, situasi di lapangan belum sepenuhnya kondusif.

Sejumlah laporan menyebutkan terjadinya bentrokan mematikan antara aparat keamanan dan kelompok yang oleh pemerintah disebut sebagai perusuh. Ketegangan ini turut berdampak pada kehidupan sehari-hari warga.

Sejak Kamis (8/1), Iran mengalami pemadaman internet berskala besar, menyebabkan gangguan komunikasi dan membatasi akses terhadap media lokal. Kondisi ini menambah rasa terisolasi di tengah masyarakat yang tengah menghadapi ketidakpastian ekonomi.

Dampaknya pun merambat ke sektor transportasi internasional. Beberapa maskapai dari negara seperti Turkiye dan Uni Emirat Arab dilaporkan membatalkan penerbangan ke dan dari Iran, mencerminkan meningkatnya kekhawatiran global terhadap stabilitas kawasan.

Di tengah dinamika tersebut, pesan Khamenei menegaskan posisi pemerintah Iran yang berusaha mempertahankan stabilitas dengan menekankan solidaritas nasional, sekaligus mengirim sinyal keras kepada pihak luar agar tidak mencampuri urusan domestik negara itu.

Sumber: Xinhua

TAG:
Bagikan

Mungkin Kamu Suka