Keamanan Tak Stabil, AS Minta Warga Negaranya Segera Keluar dari Venezuela

waktu baca 2 menit

Washington (KABARIN) - Ketegangan politik dan keamanan di Venezuela kembali menjadi sorotan dunia. Seiring dibukanya kembali penerbangan internasional, Pemerintah Amerika Serikat secara terbuka mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh warganya yang masih berada di negara tersebut.

Melalui unggahan resmi di platform X pada Sabtu, Biro Urusan Konsuler Departemen Luar Negeri AS meminta warga negara Amerika untuk segera meninggalkan Venezuela demi keselamatan pribadi. Seruan ini muncul di tengah situasi keamanan yang dinilai masih sangat rapuh dan tidak menentu.

Menurut pernyataan tersebut, laporan di lapangan menunjukkan adanya aktivitas kelompok milisi bersenjata yang dikenal sebagai colectivos. Kelompok ini disebut mendirikan blokade jalan di sejumlah wilayah dan melakukan pemeriksaan kendaraan secara acak, termasuk mencari indikasi kewarganegaraan atau afiliasi dengan Amerika Serikat.

“Situasi keamanan di Venezuela masih tidak stabil,” tulis biro tersebut, seraya menekankan potensi risiko yang dapat dihadapi warga asing, khususnya warga AS.

Warga Amerika yang masih berada di Venezuela diimbau untuk tetap waspada, berhati-hati dalam perjalanan darat, serta terus memantau informasi dari maskapai penerbangan dan kanal resmi pemerintah untuk mengetahui perkembangan terbaru terkait penerbangan keluar negeri.

AS juga kembali menegaskan bahwa Venezuela saat ini berada pada Level 4: Do Not Travel (Jangan Bepergian)—peringkat peringatan perjalanan tertinggi. Penilaian tersebut didasarkan pada berbagai risiko serius, mulai dari penahanan ilegal, penyiksaan selama penahanan, aksi terorisme, penculikan, penegakan hukum yang sewenang-wenang, tingkat kriminalitas tinggi, kerusuhan sipil, hingga kondisi infrastruktur kesehatan yang dinilai buruk.

Peringatan ini tak lepas dari eskalasi besar yang terjadi awal Januari lalu. Pada 3 Januari, Amerika Serikat melancarkan operasi militer berskala besar di Venezuela, yang kemudian diikuti dengan penculikan Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya. Langkah tersebut memicu kecaman luas dan kekhawatiran global akan potensi instabilitas regional yang lebih besar.

Di tengah situasi yang terus berkembang, imbauan AS menjadi pengingat bahwa dinamika geopolitik global dapat berdampak langsung pada keselamatan warga sipil, terutama mereka yang berada di wilayah konflik.

Sumber: Xinhua

TAG:
Bagikan

Mungkin Kamu Suka