SMA Labschool Cibubur Borong Penghargaan dalam Ajang Thailand Inventors' Day

waktu baca 4 menit

Jakarta (KABARIN) - SMA Labschool Cibubur menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan memborong berbagai penghargaan dalam ajang Thailand Inventors’ Day 2026 yang digelar oleh National Research Council of Thailand (NRCT).

"Prestasi yang diraih para siswa SMA Labschool Cibubur di Thailand Inventors’ Day 2026 merupakan hasil dari proses pembelajaran yang menekankan riset, inovasi, dan kolaborasi," kata Kepala SMA Labschool Cibubur Ali Chudori di Jakarta, Selasa.

Dia pun mengapresiasi capaian para siswa dalam ajang internasional yang digelar pada 5-9 Januari 2026 di Bangkok International Trade and Exhibition Centre (BITEC), Thailand.

"Kami bangga melihat para siswa mampu menghadirkan solusi kreatif yang relevan dengan tantangan global serta menampilkannya secara percaya diri di forum internasional," ujar Ali.

Dalam ajang yang mempertemukan inovator dari berbagai negara tersebut, siswa SMA Labschool Cibubur membawa pulang satu medali emas, empat medali perak, satu medali perunggu, serta tiga penghargaan presentasi dari Thailand dan lima special award (penghargaan khusus) dari institusi internasional asal Malaysia, Filipina, dan Rusia.

Menurut Ali, capaian tersebut menunjukkan konsistensi SMA Labschool Cibubur dalam mengembangkan pembelajaran berbasis riset, inovasi, dan kolaborasi lintas disiplin.

Selain itu, kata dia, capaian tersebut juga menempatkan siswa sebagai bagian dari dialog global dalam menjawab tantangan masa depan.

Salah satu inovasi yang meraih perhatian adalah Volcalert, yaitu alat pendeteksi erupsi gunung berapi sebagai sistem peringatan dini di wilayah rawan bencana.

Karya yang dikembangkan oleh Amira Najla Karimah, Naryama Farzan Mozaix, Aqlifa Tyas Kusuma Wardani Ansyari, Jeenan Maheswari Nainggolan, Amina Pradipa Aria, dan Radhika Daffa Wicaksono itu meraih medali emas serta special award dari Stella Maris Ampang, Malaysia.

Sementara itu, Tim Atroofsphere yang terdiri atas Keisha Yuska Ramadhanty, Qadhira Nafisha Herman, Muhammad Fito Raqilla, Arrisa Rafania Zannati, Delano Ezra Fabian Soler, dan Diandra Aufazka Kioshi Maharani menghadirkan inovasi genteng berbahan limbah plastik dan organik untuk mendukung lingkungan berkelanjutan. Karya tersebut memenangkan medali perak dan penghargaan presentasi dari NRCT.

Inovasi lain datang dari Bite-Block, yakni semprotan anti nyamuk berbahan alami yang dikembangkan oleh Almahyra Sheza Nugraha, Kheyra Adeeva Putri, Danish Razita Putri, Myshabira Adeela Widodo, Athena Rachel Zaini, dan Muhammad Arif Budiman.

Produk itu memperoleh medali perunggu dan penghargaan presentasi dari NRCT, dengan fokus pada isu kesehatan masyarakat berbasis solusi alami.

Produk perawatan rambut berbahan limbah juga turut mencuri perhatian melalui Duree, yaitu sampo dari biji durian yang dipadukan dengan minyak rosemary dan minyak argan.

Inovasi karya Aisyah Harumi Kurniawan, Aulia Izzatunnisa, Quinsha Najayasha, Lingga Fawwaz Widyatna, Riffat Yusa Benzema, dan Khatir Elardo Atthailah itu meraih medali perak serta special award dari Nizhny Novgorod State Technical University n.a. R.E. Alekseev, Rusia.

Kemudian, ada pula Palmora Biogrease, yakni pelumas ramah lingkungan berbasis sumber daya terbarukan, yang dikembangkan oleh Fatih Nauval Setyawan, Wira Aditama, Fatih Nawwaz Al Hannan, Aqila Sadya Nara, Dhiandra Ayodya Nareswari, dan Aisyah Mazaya Ramadhani. Inovasi itu meraih medali perak, penghargaan presentasi dari NRCT, serta special award dari Stella Maris Ampang, Malaysia.

Sementara itu, inovasi pangan berkelanjutan bernama Snap-Coffee yang dikembangkan oleh Sabrina Alifah Zahra, Umarnnio Fatih Al Fawwaz, Kiarra Lakeisha Fiky Hidayat, Clarissa Azzahra Anindya Mirza, Axelle Firenzi Aryastaya, dan Alagani Azhar Nugroho menyabet medali perak, special award dari Rusia, serta gold award (penghargaan emas) dari Filipino Inventors Society.

Ali menilai seluruh prestasi tersebut merupakan cerminan nilai Iman, Ilmu, dan amal yang menjadi fondasi pendidikan di SMA Labschool Cibubur, sekaligus perwujudan Delapan Dimensi Profil Lulusan.

"Mulai dari akhlak mulia, kemandirian, nalar kritis, kreativitas, hingga kepedulian sosial dan wawasan global," ungkap Ali.

Lebih lanjut, Ali mengatakan keikutsertaan dalam Thailand Inventors’ Day 2026 menjadi pengalaman berharga bagi para siswa untuk mengasah kepercayaan diri dan memperkuat peran generasi muda Indonesia di panggung internasional.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka