Trump Ancam Kenakan Tarif Tinggi ke Negara yang Berbisnis dengan Iran

waktu baca 1 menit

Washington (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan peringatan keras ke negara-negara yang masih menjalin bisnis dengan Iran. Trump menyebut setiap negara yang tetap bertransaksi dengan Teheran bakal dikenai tarif sebesar 25 persen untuk seluruh kegiatan bisnis mereka dengan Amerika Serikat.

Kebijakan tersebut diumumkan langsung oleh Trump melalui media sosial Truth Social pada Senin 12 Januari. Ia menegaskan aturan ini langsung berlaku dan tidak bisa ditawar. Trump menyebut keputusan itu sebagai langkah yang sudah diputuskan secara final.

Langkah terbaru ini menandai meningkatnya tekanan ekonomi Washington terhadap Iran. Trump sebelumnya juga beberapa kali menyampaikan pemerintahannya tengah mempertimbangkan berbagai opsi keras untuk menghadapi Iran, termasuk kemungkinan penggunaan kekuatan militer.

Meski begitu, Gedung Putih menyatakan jalur diplomasi masih menjadi pilihan utama Amerika Serikat. Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan pendekatan damai tetap diutamakan, meski opsi militer tidak sepenuhnya ditutup.

"Presiden (Donald) Trump selalu menyatakan bahwa diplomasi menjadi opsi pertama," ujar Leavitt kepada Fox News.

"Namun, dia tidak gentar menggunakan kekuatan mematikan dan keperkasaan militer AS jika dan ketika dia menilai hal itu diperlukan."

Kebijakan tarif ini diperkirakan bakal memicu ketegangan baru dalam hubungan internasional, terutama bagi negara-negara yang masih memiliki kepentingan ekonomi dengan Iran.

Sumber: Xinhua

Bagikan

Mungkin Kamu Suka