Herdman Mulai Benahi Timnas Indonesia dan Bedah Gagalnya Garuda ke Piala Dunia

waktu baca 2 menit

Dalam jangka pendek, yang terpenting adalah melakukan penilaian, meluangkan waktu untuk mendengarkan, memahami pengalaman orang-orang

Jakarta (KABARIN) - Pelatih anyar timnas Indonesia John Herdman langsung pasang fokus pada pekerjaan rumah terdekatnya bersama skuad Garuda. Ia ingin membedah penyebab Indonesia gagal melaju ke Piala Dunia 2026 agar kesalahan serupa tidak terulang di masa depan.

Hal itu disampaikan Herdman saat diperkenalkan ke publik dalam acara resmi di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa. Pelatih berusia 50 tahun tersebut menegaskan ada tiga langkah awal yang akan ia jalani dalam waktu dekat yakni mendengar, memahami, lalu mengambil tindakan nyata.

Menurut Herdman, proses ini penting untuk memetakan kekurangan Indonesia selama dua tahun perjuangan di kualifikasi Piala Dunia 2026. Evaluasi tersebut nantinya akan menjadi fondasi saat ia menargetkan membawa Indonesia lebih siap menuju Piala Dunia 2030.

“Dalam jangka pendek, yang terpenting adalah melakukan penilaian, meluangkan waktu untuk mendengarkan, memahami pengalaman orang-orang. Pada Piala Dunia terakhir, dari pengalaman taktis saya sendiri dalam mengevaluasi kampanye dua tahun tersebut, yang Anda tahu, sudah sangat dekat, sangat dekat, tetapi akhirnya gagal, kita harus memahami di mana letak kekurangannya," kata Herdman.

Salah satu sosok yang menjadi perhatian utamanya adalah kapten timnas Jay Idzes. Herdman ingin menyerap pengalaman langsung dari pemain yang hampir selalu tampil penuh sepanjang babak kualifikasi, dari putaran pertama hingga keempat.

"Dan itu berarti berbicara dengan kapten, membentuk kelompok kepemimpinan untuk benar-benar memahami apa yang mereka alami. Bagaimana mereka menderita di momen-momen tertentu, bagaimana mereka secara kolektif bangkit kembali dari keberhasilan dan kegagalan dalam kampanye tersebut," ujarnya.

Tak hanya itu, Herdman mengaku sudah mulai membuka komunikasi luas dengan para pemain.

"Saya sudah mulai berkomunikasi dengan kapten dan beberapa pemimpin kunci. Saya telah menghubungi lebih dari 60 pemain untuk memberi tahu mereka bahwa saya ada di sini, saya mengamati. Dan kemudian membangun tim di sekitar tim itu sendiri," katanya.

Hasil dari evaluasi awal ini rencananya langsung diterapkan pada laga perdana Herdman bersama timnas Indonesia saat menjadi tuan rumah FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Maret mendatang.

Ia optimistis pendekatan tersebut bisa membuahkan hasil, seperti yang pernah ia capai saat menangani tim putri Selandia Baru, tim putra dan putri Kanada, hingga membawa mereka tampil di ajang Olimpiade dan Piala Dunia.

"Anda tahu, pekerjaan saya selama 15–20 tahun terakhir adalah meloloskan tim ke Olimpiade dan Piala Dunia. Ini tentang melihat apa yang hilang dalam kebiasaan tersebut dan membangunnya. Jadi, dalam jangka pendek: dengarkan, pahami, lalu bertindak. Mari kita mulai," tegasnya.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka