AJ Bramah Jadi Pemain Tersubur Sepanjang Paruh Pertama IBL 2026

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Pebasket asing milik Pacific Caesar Surabaya, AJ Bramah, tampil menggila sepanjang paruh pertama Indonesian Basketball League (IBL) 2026. Pemain asal Amerika Serikat itu resmi menjadi pencetak angka terbanyak sementara liga berkat performa konsisten yang sulit dihentikan lawan.

Berdasarkan data laman resmi IBL, Jumat, Adonnnecy Joshua (AJ) Bramah mencatat rata-rata 29,4 poin per gim (ppg) dari 10 pertandingan yang sudah ia jalani musim ini.

Produktivitas Bramah terlihat jelas di lapangan. Ia berhasil mencetak minimal 30 poin dalam enam pertandingan serta menorehkan sembilan double-double sepanjang paruh musim. Statistik tersebut menegaskan perannya sebagai mesin poin utama Pacific Caesar Surabaya.

Musim 2026 menjadi tahun kedua Bramah bermain di IBL bersama Pacific Caesar. Peraih gelar juara kontes slam dunk IBL 2025 itu tetap menjadi pusat permainan tim, khususnya dalam skema serangan.

Meski tampil impresif secara individu, performa gemilang Bramah belum mampu mengangkat hasil tim. Pacific Caesar hingga kini masih menjadi satu-satunya tim yang belum meraih kemenangan pada musim ini.

Situasi tersebut menunjukkan betapa besarnya ketergantungan tim terhadap kontribusi Bramah. Ia tidak hanya menjadi pencetak angka utama, tetapi juga memainkan peran penting di kedua sisi lapangan, terutama dalam menjaga produktivitas poin tim.

Menariknya, daftar pencetak angka terbanyak IBL 2026 terpaut cukup jauh. Pesaing terdekat Bramah adalah big man Rajawali Medan, Antonio Hester, yang mencatat rata-rata 25,1 ppg.

Di posisi berikutnya terdapat forward Hangtuah Jakarta Nick Hornsby dengan 24,8 ppg, disusul center Tangerang Hawks Basketball Joao Vitor Franca yang mengoleksi 24,6 ppg, serta pemain Bogor Hornbills Travin Thibodeaux dengan 22,5 ppg.

Memasuki paruh kedua musim reguler yang akan dimulai pada Rabu (4/3), Bramah tentu tidak hanya memburu status top scorer. Tantangan terbesarnya adalah membawa Pacific Caesar keluar dari tren negatif setelah mencatat rekor 0-10 pada paruh pertama musim.

Jika performa individu Bramah tetap stabil dan dukungan tim meningkat, peluang Pacific Caesar untuk bangkit di sisa musim IBL 2026 masih terbuka.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka