Gedung Putih: Trump Utamakan Diplomasi soal Iran

waktu baca 2 menit

Washington (KABARIN) - Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan pada Senin (12/1) bahwa diplomasi tetap menjadi jalur utama Amerika Serikat dalam menangani isu Iran.

Meski begitu, Leavitt menekankan bahwa pemerintahan Trump tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan militer jika situasinya memaksa.

"Presiden AS (Donald) Trump selalu menyatakan bahwa diplomasi menjadi opsi pertama. Namun, dia tidak gentar menggunakan kekuatan mematikan dan keperkasaan militer AS jika dan ketika dia menilai hal itu diperlukan," ujar Leavitt kepada Fox News.

"Apa yang akan dilakukan Presiden Trump selanjutnya, hanya beliau yang tahu, jadi dunia harus terus menunggu dan menebaknya, dan kami akan membiarkan dia yang memutuskan," lanjutnya.

Leavitt menolak untuk membahas kemungkinan keputusan atau kebijakan spesifik AS terkait Iran.

Dia juga menyinggung bahwa pasukan AS tahun lalu "sepenuhnya melenyapkan" program nuklir Iran, yang disebutnya sebagai "alat tawar terbesar" bagi negara Timur Tengah tersebut.

Trump sebelumnya mengatakan pada Minggu (11/1) bahwa pemerintahannya tengah mempertimbangkan "beberapa opsi yang sangat kuat" termasuk kemungkinan tindakan militer terhadap Iran, dengan alasan Iran "mulai" melanggar garis merah AS.

Presiden Trump dijadwalkan bertemu Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, dan Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine pada Selasa (13/1) untuk membahas berbagai opsi.

Pilihan yang dipertimbangkan kemungkinan meliputi memperkuat sumber-sumber antipemerintah Iran di internet, serangan siber rahasia terhadap situs militer dan sipil Iran, pemberlakuan sanksi tambahan, serangan militer, serta kemungkinan AS mengirim terminal Starlink, layanan internet satelit milik Elon Musk, ke Iran untuk pertama kalinya selama pemerintahan Trump, menurut laporan Wall Street Journal pada Minggu.

Sumber: Xinhua

Bagikan

Mungkin Kamu Suka