Jakarta (KABARIN) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta melaporkan masih ada 622 warga di Jakarta Utara yang harus mengungsi pada Selasa malam akibat banjir yang merendam pemukiman mereka sejak Senin.
“Hingga pukul 18.00 WIB, tercatat 622 orang masih mengungsi karena banjir di Jakarta Utara,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan di Jakarta.
Pengungsi tersebar di beberapa kecamatan, termasuk Cilincing dan Tanjung Priok. Di Cilincing, Kelurahan Semper Timur menampung 330 warga atau 66 kepala keluarga di sejumlah lokasi seperti Masjid Al Hidayah, Kantor Kelurahan, Masjid Al Labino, Masjid Jurul Mukminin, Gedung Tirta Kemala Sari, dan Klinik Pratama.
Sementara itu, di Kelurahan Kalibaru terdapat 68 jiwa atau 50 kepala keluarga yang mengungsi di Gedung Pelayanan Masyarakat. Di Sukapura ada 49 warga atau 12 kepala keluarga berteduh di Bengkel Mobil Gading Griya Lestari.
Di Kecamatan Tanjung Priok, tercatat 175 pengungsi tersebar di beberapa tempat di Kelurahan Warakas seperti Mushalla Baiturrahim, Masjid Miftahulsalam, dan Mushalla Al Wasilatul Iman. Di Kelurahan Papanggo ada 67 orang mengungsi di Masjid Nurul Jamal, Kolong Tol RW08, dan Masjid Baba Alun RW07.
Selain itu, satu RT di Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, masih terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter.
BPBD DKI Jakarta memastikan personel tetap dikerahkan untuk memantau genangan air, menyedot air yang menggenang, dan memastikan fungsi tali air berjalan baik. Mereka juga menyiapkan kebutuhan dasar bagi para penyintas bekerja sama dengan lurah, camat, serta unsur Dinas SDA, Bina Marga, dan Gulkarmat.
“Genangan ditargetkan surut dalam waktu cepat,” kata Yohan.
Sebelumnya Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat menegaskan Pemkot Jakut memastikan semua pengungsi mendapatkan pelayanan layak dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.
“Kami pastikan saudara-saudara yang mengungsi mendapatkan pelayanan yang layak dan kebutuhan mereka bisa terpenuhi,” ujarnya.
Sumber: ANTARA