Jakarta (KABARIN) - Pelatih timnas Maroko Walid Regragui mengatakan, skuadnya bukan tim berstatus underdog (tidak diunggulkan-red) pada semifinal Piala Afrika 2025 kontra Nigeria, Kamis (15/1), menyusul prestasi mereka di Piala Dunia 2022.
"Sebelumnya kami dipandang sebagai kejutan. Sekarang ekspektasinya sudah berbeda. Target kami adalah mencapai final serta mengangkat trofi," ujar Ragregui dikutip dari laman resmi Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).
Pada Piala Dunia 2022, Maroko yang tidak diunggulkan berhasil lolos ke semifinal setelah mengalahkan Portugal 1-0 di babak delapan besar. Pada akhirnya, Maroko menduduki peringkat keempat turnamen empat tahunan itu setelah dikalahkan Korasia pada perebutan tempat ketiga.
Bukan cuma itu, Maroko yang menjadi tuan rumah Piala Afrika 2025 juga menggendong harapan yang tinggi dari masyarakat dan pencinta timnas negaranya.
Oleh sebab itu, Regragui menegaskan bahwa timnas Maroko akan melakukan segalanya demi menumbangkan Nigeria.
"Kami berjuang demi negara," tutur dia.
Sementara itu pelatih tim nasional Nigeria Eric Chelle mengakui bahwa Maroko memiliki tim yang berkualitas, terutama Brahim Diaz yang sejauh ini telah mencetak lima gol dari lima laga di Piala Afrika 2025.
Selain itu, Maroko juga diperkuat Pemain Terbaik Afrika 2025, Achraf Hakimi, yang ikut membawa tim Liga Prancis Paris Saint-Germain meraih treble winner pada musim 2024/2025.
Meski demikian, Chelle siap menghadapi berbagai skenario di lapangan. Dia meminta anak-anak asuhnya menganggap pertandingan melawan Maroko adalah laga terakhir mereka.
Skuad Nigeria pun tidak kalah mentereng dengan keberadaan nama-nama seperti Ademola Lookman, Victor Osimhen, Alex Iwobi, Samuel Chukwueze dan Wilfred Ndidi. Di antara mereka, Osimhen dan Lookman merupakan Pemain Terbaik Afrika masing-masing pada tahun 2023 dan 2024.
"Pada fase kompetisi seperti ini, dibutuhkan keputusan yang tegas. Saya beruntung bisa bekerja dengan pemain-pemain kelas atas, yang pernah meraih penghargaan Pemain Terbaik Afrika. Itu tentu tidak mudah. Kekuatan kami terletak pada bagaimana seluruh tim menerima keputusan, karena kepentingan tim nasional selalu menjadi yang utama," tutur Chelle.
Pertandingan tersebut menjadi pertemuan keenam Maroko dan Nigeria sepanjang sejarah gelaran Piala Afrika. Terakhir kali kedua negara tersebut berjumpa adalah pada grup D Piala Afrika 2004 dengan Maroko menang dengan skor tipis 1-0.
Selain itu, ini juga merupakan kedua kalinya mereka bertemu di babak semifinal Piala Afrika setelah terakhir kali bertanding pada edisi 1980. Kala itu Nigeria meraih kemenangan dengan skor 1-0 dan lolos ke babak final.
Maroko merupakan juara Piala Afrika 1976. Akan tetapi, terakhir kali mereka berada di partai puncak turnamen itu adalah pada tahun 2004, di mana mereka dikalahkan Tunisia 1-2.
Sementara Nigeria memegang tiga trofi kampiun Piala Afrika yakni pada 1980, 1994 dan 2013.
Sumber: ANTARA