Ini Alasan Manchester United Pilih Michael Carrick Jadi Pelatih Interim

waktu baca 4 menit

Carrick berani mencadangkan Bruno Fernandes dan Cristiano Ronaldo dalam pertandingan penting

Jakarta (KABARIN) - Manchester United resmi menunjuk Michael Carrick sebagai pelatih kepala sementara hingga akhir musim 2025/2026. Keputusan ini muncul setelah klub membutuhkan figur yang mampu menstabilkan tim di tengah kondisi performa yang kurang ideal pasca pemecatan Ruben Amorim.

Pemecatan tersebut terjadi dua hari sebelumnya setelah Amorim menorehkan catatan kemenangan 38,1 persen, angka terendah bagi manajer United di era Liga Inggris.

Direktur Olahraga Jason Wilcox dan CEO Omar Berrada langsung bergerak cepat mencari sosok pelatih interim yang bisa memimpin tim hingga akhir musim. Mereka menilai bahwa sosok yang sudah mengenal kultur klub sangat penting agar adaptasi tidak memakan waktu lama.

Proses awal pencarian melibatkan tiga kandidat mantan pemain United yakni Michael Carrick, Ole Gunnar Solskjaer, dan Ruud van Nistelrooy. Ketiganya pernah memegang peran pelatih sementara sebelumnya dan memiliki pengalaman di lingkungan klub.

Meski Sir Alex Ferguson tidak lagi menjadi duta klub setelah peran tersebut dicabut oleh pemilik minoritas Sir Jim Ratcliffe pada Oktober 2024, manajemen tetap meminta pandangannya. Ferguson diundang ke pusat latihan Carrington untuk memberikan masukan secara informal saat sarapan bersama Wilcox dan Berrada.

Diskusi berfokus pada tiga kandidat yang semuanya pernah bekerja di bawah Ferguson. Pandangan Ferguson dinilai relevan karena mengenal ketiganya dengan baik, meski tidak bersifat menentukan, agar klub tidak mengulangi kesalahan masa lalu saat Ferguson menunjuk David Moyes pada 2013. Dukungan Ferguson terhadap Carrick disebut memberi penguatan tambahan bagi proses pengambilan keputusan.

Setelah itu, Wilcox menghubungi Carrick, Solskjaer, dan Van Nistelrooy. Mereka diminta mempresentasikan rencana untuk menyelamatkan musim United yang masih memiliki target realistis berupa kualifikasi kompetisi Eropa. Carrick dan Solskjaer menjalani pertemuan langsung dengan Wilcox dan Berrada, sementara Van Nistelrooy melakukan pertemuan daring.

Keputusan final memilih Carrick sebagai pelatih interim dibuat untuk memberi ruang klub melakukan rekrutmen pelatih permanen pada musim panas tanpa tekanan waktu. Salah satu pertimbangan utama adalah pemahaman Carrick terhadap kultur internal Manchester United.

Selama 12 tahun menjadi pemain dan beberapa tahun sebagai asisten pelatih di era Jose Mourinho dan Ole Gunnar Solskjaer, Carrick dianggap sudah memahami sistem klub tanpa perlu masa adaptasi panjang.

Carrick dikenal memiliki pendekatan kepelatihan yang langsung dan dekat dengan pemain. Saat menjadi asisten Solskjaer dari 2018 hingga 2021, ia berbagi tanggung jawab dengan Kieran McKenna namun lebih sering terlibat langsung dengan para pemain. Karakter tenang dan otoritas alami Carrick di ruang ganti membuatnya dihormati oleh pemain senior tanpa harus menggunakan pendekatan konfrontatif.

Persaingan terdekat Carrick datang dari Solskjaer yang memiliki kedekatan emosional dengan klub, namun manajemen menilai Carrick lebih adaptif dan cocok dengan struktur organisasi baru. Solskjaer diberi tahu secara profesional bahwa klub memilih Carrick.

Setelah ditunjuk, Carrick segera membentuk staf kepelatihannya. Jonathan Woodgate, Jonny Evans, Travis Binnion, dan Steve Holland ditunjuk sebagai asisten. Kehadiran Holland menjadi penting karena membawa pendekatan disiplin tinggi serta pengalaman bekerja dengan pelatih top seperti Jose Mourinho, Carlo Ancelotti, dan Antonio Conte.

Kombinasi ini diharapkan menyeimbangkan karakter tenang Carrick dengan figur yang lebih menuntut dari sisi teknis dan mental. Pemain tim utama dikabarkan menyambut positif kehadiran Holland meski ia belum pernah bekerja langsung dengan Carrick sebelumnya.

Manajemen juga menilai Carrick memiliki rekam jejak dalam mengambil keputusan sulit. Pada tugas interim sebelumnya pada 2021, ia berani mencadangkan Bruno Fernandes dan Cristiano Ronaldo di pertandingan penting, menunjukkan ketegasannya dalam prioritas tim.

Selama menjadi pemain, Carrick juga dikenal tegas, seperti saat menjadi perantara antara pemain dan Louis van Gaal soal metode latihan yang dianggap terlalu menekan. Karakter ini dinilai relevan untuk mengelola ruang ganti yang tengah berada di bawah tekanan hasil buruk.

Carrick sudah memimpin latihan pertamanya pada Kamis 15 Januari, bersiap menghadapi tantangan berat dari Manchester City dan Arsenal dalam dua laga awal. Klub menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah stabilitas tim, peningkatan performa, dan menjaga peluang satu-satunya yang tersisa, yaitu kualifikasi Eropa.

Status jangka panjang Carrick dan transfer pemain di bulan Januari tidak dijamin, karena fokus utama manajemen adalah menjaga tim tetap kompetitif hingga akhir musim.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka