Oto

BYD Percepat Produksi Lokal di Indonesia, Pabrik Subang Target Operasi Kuartal I 2026

waktu baca 2 menit

Zhengzhou, China (KABARIN) -

Komitmen BYD dalam memperkuat pasar mobil listrik di Indonesia kian nyata. Pabrikan asal Tiongkok tersebut mengungkapkan bahwa pabrik BYD yang tengah dibangun di Subang, Jawa Barat, ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2026.

General Manager BYD Asia-Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang, menyebutkan bahwa proses pembangunan pabrik terus dipercepat agar jadwal produksi bisa segera terealisasi.

“Kami sudah memiliki jadwal dan mempercepat prosesnya. Saya optimis mobil pertama dari lini produksi akan dimulai pada kuartal pertama 2026,” ujar Liu saat ditemui di Zhengzhou, China.

Menariknya, BYD tidak hanya menyiapkan satu model untuk diproduksi secara lokal. Sejak tahap awal operasional, perusahaan telah merancang lebih dari satu model mobil listrik untuk keluar dari lini produksi pabrik Subang.

“Tentu saja bukan hanya satu model. Kami mempersiapkan lebih dari satu model untuk dikenalkan,” kata Liu.

Langkah ini menandai perubahan besar strategi BYD di Indonesia. Sejak pertama kali masuk ke pasar otomotif nasional pada Januari 2024, BYD memang langsung mendominasi penjualan mobil listrik. Namun, seluruh unit yang dijual masih berstatus impor utuh (CBU) dari China.

Indonesia Disiapkan Jadi Hub Produksi

Dengan beroperasinya pabrik di Subang, BYD menegaskan bahwa Indonesia bukan sekadar pasar, melainkan basis produksi regional. Pabrik tersebut dirancang memiliki kapasitas awal sekitar 150 ribu unit per tahun, dan masih terbuka untuk ditingkatkan seiring pertumbuhan permintaan.

“Jika permintaan meningkat, kapasitas produksi tentu bisa dibesarkan,” tambah Liu.

PT BYD Auto Indonesia juga tercatat sebagai peserta program insentif impor mobil listrik dengan nilai investasi terbesar. Total investasi pabrik Subang mencapai Rp11,2 triliun, menjadikannya salah satu proyek manufaktur kendaraan listrik paling ambisius di Tanah Air.

Kehadiran pabrik ini tak hanya memperkuat posisi BYD di Indonesia, tetapi juga berpotensi mendorong ekosistem kendaraan listrik nasional—mulai dari penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, hingga penguatan rantai pasok otomotif dalam negeri.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka