New York City (KABARIN) - Pasar saham Amerika Serikat menutup perdagangan Jumat sedikit turun karena investor masih khawatir dengan volatilitas pasar obligasi dan ketidakjelasan soal masa depan pimpinan Federal Reserve.
Indeks Dow Jones turun 83,11 poin menjadi 49.359,33, S&P 500 melemah 4,46 poin ke 6.940,01, sementara Nasdaq turun 14,63 poin menjadi 23.515,39.
Dari sebelas sektor S&P 500, real estat dan industri justru mencatat kenaikan paling tinggi masing-masing 1,2 persen dan 0,65 persen. Sedangkan layanan kesehatan dan komunikasi menjadi sektor yang paling terdampak, turun 0,84 persen dan 0,72 persen.
Sentimen negatif muncul setelah Presiden Donald Trump memberi sinyal bahwa Kevin Hassett kemungkinan tetap menjabat sebagai Direktur Dewan Ekonomi Nasional dan tidak menggantikan Jerome Powell di The Fed. Hal ini membuat pasar sedikit goyah dan memicu tekanan jual.
Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi AS 10 tahun naik ke 4,23 persen, level tertinggi sejak September, menandakan kekhawatiran investor soal independensi bank sentral dan dampak data inflasi terbaru.
Meski begitu, analis ING menilai pasar tetap menunjukkan ketahanan karena perubahan kebijakan drastis The Fed belum terjadi dan suku bunga belum dipangkas agresif. Investor juga menyoroti proses hukum Gubernur The Fed Lisa Cook yang bakal digelar di Mahkamah Agung pekan depan.
Di sektor korporasi, bank regional menunjukkan hasil beragam. Saham PNC Financial naik 3,79 persen berkat kinerja konsultasi dan transaksi yang kuat, sementara Regions Financial turun 2,63 persen setelah hasil kuartalannya mengecewakan dan tidak sesuai perkiraan analis.
Sumber: Xinhua