Bulan Ramadhan Bisa Jadi Momentum untuk Berhenti Ngerokok

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Momentum bulan suci Ramadhan ternyata bukan cuma soal meningkatkan ibadah, tapi juga bisa jadi titik awal untuk hidup lebih sehat. Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Tjandra Yoga Aditama, menyarankan masyarakat memanfaatkan puasa sebagai kesempatan berhenti merokok secara total.

"Para perokok yang berpuasa akan berhenti merokok sejak sahur sampai berbuka puasa. Masyarakat luas agar memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan tahun ini untuk berhenti merokok sepenuhnya," kata Prof Tjandra dalam keterangan tertulis yang dikonfirmasi, Selasa.

Menurut mantan Direktur Penyakit Menular Organisasi Kesehatan Dunia Asia Tenggara itu, ada banyak alasan kuat kenapa Ramadhan cocok dijadikan awal berhenti merokok. Salah satunya karena asap rokok mengandung ribuan senyawa kimia berbahaya.

“Ratusan jenis (senyawa kimia) di antaranya merupakan zat beracun dan berhubungan dengan kejadian puluhan penyakit, dari kepala sampai ke kaki,” tutur dia.

Ia juga mengingatkan bahwa asap rokok bukan hanya berdampak pada perokok, tetapi juga mengganggu orang di sekitarnya. Dalam suasana ibadah puasa, setiap individu sebaiknya menghindari perilaku yang bisa merugikan sesama.

Selama Ramadhan, perokok secara alami sudah berhenti merokok dari waktu sahur hingga berbuka. Kebiasaan tidak merokok tersebut, menurut Prof Tjandra, sebaiknya dilanjutkan hingga sahur berikutnya agar perlahan terbentuk pola hidup tanpa rokok.

Selain itu, penting untuk menanamkan niat kuat dan menolak godaan kembali merokok. Ia menilai anggapan bahwa seseorang tidak bisa bekerja tanpa merokok sebenarnya keliru.

“Artinya, memang tidak benar pendapat bahwa harus merokok dulu baru bisa bekerja, pengalaman nyata di bulan puasa ini membuktikan sebaliknya,” tutur Adjunct Professor Griffith University itu.

Prof Tjandra juga mengingatkan kebiasaan langsung merokok saat berbuka puasa bukan pilihan yang baik. Setelah seharian menahan lapar dan haus, tubuh berada dalam kondisi relatif lemah sehingga merokok justru bisa memperburuk kondisi kesehatan.

Waktu berbuka sebaiknya diisi dengan makanan bergizi untuk memulihkan energi tubuh, bukan langsung menyalakan rokok.

Ia menambahkan, kebiasaan berhenti merokok yang dimulai selama Ramadhan idealnya diteruskan setelah bulan puasa berakhir. Pengalaman beraktivitas tanpa rokok dari pagi hingga sore selama puasa menunjukkan bahwa ketergantungan rokok sebenarnya bisa dikendalikan.

“Berhenti merokok di bulan Ramadhan akan memberi manfaat bagi kesehatan dan kehidupan serta lingkungan,” ujar mantan Dirjen Pengendalian Penyakit serta Kabalitbangkes Kemenkes itu.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka