Sekutu NATO Eropa Tahan Informasi Intelijen ke AS Imbas Ketegangan Greenland

waktu baca 2 menit

Moskow (KABARIN) - Sekutu NATO di Eropa dikabarkan menahan informasi intelijen dari Amerika Serikat karena ketegangan terkait isu Greenland dan menurunnya kepercayaan di dalam aliansi, menurut laporan The i Paper, Senin.

Para pejabat intelijen Eropa disebut-sebut "tidak berbicara secara terbuka" dengan AS karena khawatir data yang dibagikan bisa sampai ke Presiden Donald Trump dan digunakan untuk upaya merebut pulau tersebut secara paksa, kata seorang sumber intelijen senior NATO yang anonim.

"Dulu kami biasa minum bir bersama, tetapi sekarang rasanya sangat aneh. Saya pernah bertempur di Irak dan Afghanistan bersama tentara Amerika. Situasi ini sangat mengganggu dengan cara yang belum pernah saya bayangkan sebelumnya karena sangat tidak masuk akal dan mengejutkan," ujar sumber itu.

Sumber intelijen Inggris menambahkan bahwa hubungan AS dengan sekutunya saat ini memburuk dalam skala yang "belum pernah terjadi sebelumnya." Inggris bahkan kehilangan statusnya sebagai mitra utama AS dalam berbagi intelijen dan kini dipandang oleh Washington hanya sebagai "bagian dari Eropa."

Ketegangan ini muncul setelah Trump mengumumkan tarif tambahan 10 persen untuk Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia mulai 1 Februari dan akan naik menjadi 25 persen pada Juni jika AS tidak berhasil mengakuisisi Greenland.

Trump sendiri sudah berkali-kali menyatakan bahwa pulau otonom dari Denmark itu seharusnya berada di bawah kendali AS. Otoritas Denmark dan Greenland menegaskan mereka mengharapkan integritas wilayah mereka dihormati dan menolak klaim paksa dari Washington.

Sumber: SPU

Bagikan

Mungkin Kamu Suka