Denmark dan Greenland Dorong Peran NATO Lebih Aktif di Kawasan Arktik

waktu baca 2 menit

Moskow (KABARIN) - Pemerintah Denmark bersama Greenland mendorong pembentukan misi khusus aliansi NATO di kawasan Arktik. Gagasan tersebut disampaikan langsung kepada Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte dalam sebuah pertemuan tingkat tinggi.

Menteri Pertahanan Denmark Troels Lund Poulsen mengatakan pembahasan itu mencakup kemungkinan membangun kerangka kerja kerja sama yang lebih jelas untuk wilayah Arktik.

“Kami membahas hal ini dan juga mengusulkannya. Saya berharap kami dapat mengembangkan kerangka kerja tentang bagaimana hal ini dapat dijalankan,” kata Poulsen, seperti dikutip penyiar stasiun televisi DR, Senin (19/1).

Poulsen juga menilai kehadiran misi pengintaian NATO yang saat ini berjalan di Greenland sebagai langkah yang wajar. Menurutnya, aktivitas tersebut justru menunjukkan keseriusan aliansi dalam menjaga stabilitas kawasan yang semakin strategis.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menegaskan bahwa Arktik memiliki peran penting bagi keamanan bersama negara anggota. Hal itu ia sampaikan melalui unggahan di media sosial X.

“Kami membahas betapa pentingnya kawasan Arktik, termasuk Greenland, bagi keamanan kolektif kami dan bagaimana kami meningkatkan investasi pada kemampuan-kemampuan kunci. Kami akan terus bekerja sama sebagai sekutu dalam isu-isu penting ini,” ujar Rutte.

Saat ini, sejumlah negara Eropa anggota NATO telah mengirimkan pasukan ke Greenland sebagai bagian dari misi pengintaian yang dipimpin Denmark. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi NATO untuk memperkuat kehadiran militernya di kawasan Arktik.

Greenland sendiri merupakan wilayah otonom yang berada di bawah Kerajaan Denmark. Namun, isu pulau itu kembali menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump beberapa kali menyatakan bahwa Greenland seharusnya berada di bawah kendali AS.

Menanggapi hal tersebut, pemerintah Denmark dan otoritas Greenland menegaskan penolakannya. Keduanya meminta Amerika Serikat menghormati kedaulatan wilayah dan tidak melakukan langkah sepihak terhadap pulau terbesar di dunia itu.

Sumber: Sputnik_OANA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka