Lima Program Andalan Jadi Arah Baru Pariwisata Indonesia 2026

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Kementerian Pariwisata sudah menyiapkan lima program andalan untuk tahun 2026. Langkah ini ditujukan agar pariwisata Indonesia makin berkualitas, punya daya saing, dan tetap berkelanjutan.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan arah kebijakan tersebut masih menempatkan aspek keselamatan, penguatan desa wisata, hingga pariwisata berkualitas sebagai fokus utama. Di saat yang sama, sektor pariwisata juga didorong agar kontribusinya ke ekonomi nasional semakin terasa.

“Dengan program unggulan, kami masih konsisten mengutamakan peningkatan keselamatan berwisata, desa wisata, program pariwisata berkualitas, dan lainnya sekaligus memperkuat kontribusi sektor tersebut terhadap perekonomian nasional," kata Menpar Widiyanti dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR di Jakarta, Rabu.

Widiyanti menjelaskan, lima program prioritas itu meliputi peningkatan keamanan saat berwisata, penguatan desa wisata, pengembangan pariwisata berkualitas, Event by Indonesia, serta Tourism 5.0. Untuk Tourism 5.0, fokus 2026 akan diarahkan pada digitalisasi, terutama soal perizinan penyelenggaraan event.

Program keselamatan berwisata akan difokuskan pada kesiapan pelaku pariwisata, khususnya di sektor wisata berisiko tinggi atau ekstrem. Caranya melalui pelatihan dan sertifikasi berbasis kompetensi bagi pemandu wisata agar lebih siap menghadapi kondisi darurat.

Di sisi lain, desa wisata tetap menjadi perhatian besar pemerintah. Pada 2026, Kemenpar menargetkan penguatan jaringan lebih dari 6.100 desa wisata di berbagai daerah. Pendampingan juga akan diberikan kepada desa yang memiliki potensi serta komunitas sadar wisata.

Pengembangan desa wisata ini turut dibarengi dengan program sertifikasi desa wisata atau Sertidewi. Selain itu, sertifikasi halal juga akan diperkuat melalui kerja sama dengan BPJPH demi meningkatkan kualitas layanan dan daya saing.

Untuk program pariwisata berkualitas, pemerintah mendorong pengembangan wisata minat khusus. Beberapa sektor yang jadi sorotan antara lain wisata kuliner, bahari, wellness, wastra, hingga seni dan desain.

Widiyanti menyebut pendekatan ini ditujukan untuk menarik wisatawan dengan daya beli tinggi sekaligus mendorong peningkatan belanja wisatawan. Sejumlah program pendukung juga disiapkan, seperti Gerakan Wisata Bersih, kurasi destinasi dan rute perjalanan, serta penguatan Wonderful Indonesia Gastronomy dan Wonderful Indonesia Wellness.

Melalui Event by Indonesia, Kementerian Pariwisata juga menargetkan hadirnya event event berkualitas yang mampu menjadi ciri khas Indonesia di level global. Program ini mencakup Karisma Event Nusantara, SEABEF, hingga berbagai agenda nasional dan internasional.

Untuk menunjang seluruh program tersebut, Kemenpar turut memperkuat sektor sumber daya manusia dan kelembagaan. Pemerintah menargetkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi 1.900 peserta.

Tak hanya itu, pelatihan di bidang soft skills, managerial skills, dan pariwisata berkelanjutan juga disiapkan bagi 2.090 orang di 38 provinsi. Pendidikan vokasi melalui enam politeknik pariwisata pun ditargetkan meluluskan 2.950 orang.

"Penguatan kualitas SDM dan digitalisasi tata kelola, termasuk perizinan event, menjadi kunci untuk memastikan pengembangan pariwisata nasional yang inklusif, adaptif terhadap perubahan, dan mampu bersaing di tingkat global," kata Menpar Widiyanti.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka