Fadli Raih Emas APG 2025 Berkat Cinta dan Konsistensi di Balap Sepeda

waktu baca 2 menit

Nakhon Ratchasima (KABARIN) - Kecintaan terhadap balap sepeda membawa atlet para balap sepeda Indonesia, Muhammad Fadli Imammuddin, meraih medali emas di ASEAN Para Games 2025 di Thailand pada usia 41 tahun.

Fadli akhirnya bisa menuntaskan dahaganya di ajang se-Asia Tenggara setelah terakhir tampil pada edisi 2017 di Malaysia.

"Saya sampai bisa ke tahap ini itu semua karena ada pelatnas yang terus-menerus dan tidak ada jeda, sehingga kemampuan terus terasah, jadi ya sampai tercapai saat ini memang hasil dari pelatnas," kata Fadli usai meraih emas di nomor men's individual time trial C3-C5 di Suranaree University of Technology, Nakhon Ratchasima, Rabu.

Bagi Fadli, prestasi bukan sekadar soal latihan rutin dan program pelatnas. Kecintaan pada olahraga yang ditekuninya menjadi energi utama untuk tetap fokus dan bertekad meraih kemenangan.

Dia menekuni balap sepeda seperti hobi, sehingga setiap sesi latihan dan pertandingan dijalani dengan rasa senang. Pendekatan ini membuatnya tetap menikmati proses, menjaga fokus, dan terhindar dari kejenuhan. Dukungan keluarga juga menjadi motivasi tambahan.

"Kalau tidak cinta, tentu berpisah dengan keluarga demi pelatnas di Solo, Jawa Tengah, sedangkan mereka di Bogor, Jawa Barat, menjadi lebih berat," ujar Fadli yang juga meraih emas di nomor yang sama pada Asian Para Games 2023 di Hangzhou, China.

Kesuksesannya juga tak lepas dari program pelatnas yang berkelanjutan, yang membentuk konsistensi performa serta menjaga kesiapan fisik dan mental hingga puncak prestasi di level regional.

Absen di beberapa edisi sebelumnya karena nomor pertandingan yang tidak sesuai dengan kemampuannya, Fadli fokus pada ajang internasional lain sebelum akhirnya kembali bersinar di APG 2025.

Fadli menorehkan waktu 41 menit 44,062 detik untuk mengungguli juniornya Saori Sufyan yang mencatat 44 menit 48,682 detik. Emas ini menjadi yang ketiga di cabang para balap sepeda, yang baru mulai dipertandingkan Rabu ini. Indonesia masih punya peluang menambah koleksi emas dari nomor lain.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka