Dalton Smith Wajib Hadapi Alberto Puello, Duel Super Ringan Siap Panas

waktu baca 3 menit

Jika tidak tercapai kesepakatan antara kedua pihak (selama periode negosiasi), WBC akan melakukan penawaran hadiah sesuai dengan Peraturan dan Ketentuan WBC

Jakarta (KABARIN) - World Boxing Council (WBC) memerintahkan juara dunia kelas super ringan (63,5 kg) Dalton Smith menjalani laga wajib untuk mempertahanankan gelar melawan mantan pemegang sabuk juara dua kali, Alberto Puello dengan periode negosiasi selama 30 hari.

"Jika tidak tercapai kesepakatan antara kedua pihak (selama periode negosiasi), WBC akan melakukan penawaran hadiah sesuai dengan Peraturan dan Ketentuan WBC," kata Presiden World Boxing Council Mauricio Sulaimán dalam laman resmi WBC yang dipantau di Jakarta, Jumat.

Smith mencetak kemenangan mengejutkan pada 10 Januari ketika ia menjatuhkan dan menghentikan perlawanan Subriel Matías pada ronde kelima untuk merebut sabuk juara dunia kelas super ringan WBC.

Pertarungan tersebut menjadi salah satu kejutan besar di divisi superringan karena Matias sebelumnya dikenal sebagai petinju dengan daya pukul keras dan dominan di kelasnya.

Kemenangan tersebut sekaligus menandai puncak perjalanan karier Smith. Petinju asal Inggris itu tampil agresif sejak ronde awal dan berhasil memanfaatkan celah pertahanan lawannya sebelum akhirnya menjatuhkan Matias dan memaksa wasit menghentikan laga pada ronde kelima.

Dengan kemenangan itu, Smith memperkuat rekor tak terkalahkan menjadi 19 kemenangan, termasuk 14 kemenangan yang diraih lewat knockout (KO), yang membuatnya semakin diperhitungkan sebagai salah satu petinju papan atas di divisi super ringan dunia.

Petinju berusia 29 tahun itu sebelumnya berharap dapat menjalani laga penyatuan gelar melawan juara dunia seperti juara International Boxing Federation (IBF) Richardson Hitchins atau juara kelas super ringan World Boxing Organization Shakur Stevenson.

Namun, sebelum memikirkan pertarungan besar tersebut, Smith harus terlebih dahulu memenuhi kewajiban sebagai juara dunia dengan menghadapi penantang wajib yang ditunjuk oleh WBC, Alberto Puello.

Puello berstatus sebagai penantang wajib setelah kekalahan kontroversialnya melalui keputusan terbelah dari Matias pada Juli 2025. Pertarungan itu memicu perdebatan di kalangan penggemar tinju karena banyak pihak menilai hasilnya sangat tipis dan layak diperdebatkan.

Setelah kekalahan tersebut, petinju asal Republik Dominika itu sempat mengajukan banding agar diberikan pertandingan ulang segera. Namun, permohonan tersebut tidak dikabulkan oleh pihak penyelenggara maupun badan tinju terkait.

Sebagai gantinya, Puello kemudian ditempatkan sebagai penantang utama untuk menghadapi pemenang pertarungan antara Smith dan Matias. Dengan demikian, dia mendapatkan kesempatan langsung untuk menantang sabuk juara dunia WBC di divisi super ringan.

Puello akan menantang sang juara dengan membawa rekor 24 kemenangan (10 KO/TKO) dan satu-satunya kekalahan saat menghadapi Matias. Petinju kidal tersebut dikenal memiliki gaya bertarung teknis dengan jangkauan pukulan yang baik, sehingga duel melawan Smith diperkirakan akan menjadi pertarungan menarik di kelas super ringan.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka