Indonesia Punya Peluang Besar Masuk Peta Global AI

waktu baca 2 menit

Chennai, India (KABARIN) - Indonesia dinilai punya kesempatan besar untuk tampil di peta global pengembangan kecerdasan buatan atau AI menurut Zoho Corporation, perusahaan teknologi multinasional.

CEO Zoho Corporation Shailesh Kumar Davey menekankan bahwa perlombaan AI dunia belum mencapai garis finish pada 2026 dan industri ini masih punya masa depan panjang.

"Saya melihat AI ini masih sebagai awal dari sebuah perlombaan. Apalagi, sekarang pengetahuan sudah dapat diakses oleh semua orang, sehingga ini menjadi ajang persaingan dengan pijakan yang relatif setara. Saya percaya dunia berkembang juga memiliki peluang yang besar (terkait AI),” ujar Shailesh di Chennai, India.

Shailesh menyoroti posisi Indonesia yang punya modal besar berupa bonus demografi dan generasi muda produktif. Indonesia diprediksi mencapai puncak bonus demografi antara 2030 hingga 2045, saat jumlah penduduk usia produktif 15-64 tahun mendominasi dibanding usia nonproduktif.

"Generasi muda dan seperti yang sering dikatakan, bonus demografi juga ada. Masih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan dan merekalah yang nantinya akan mampu menjalankannya,” tambahnya.

Shailesh menekankan bahwa peluang Indonesia di ekosistem AI global sangat terbuka, asalkan sumber daya manusia bisa dimanfaatkan secara optimal.

Selain itu, keamanan digital juga menjadi perhatian penting dalam pengembangan AI. CEO ManageEngine Rajesh Ganesan mengingatkan bahwa AI sering dipakai oleh pihak yang menciptakan serangan siber, misalnya untuk trik pembayaran atau membuat serangan phishing.

"AI justru paling banyak digunakan oleh pihak-pihak yang menciptakan serangan siber itu sendiri, misalnya dalam membuat trik pembayaran atau menggunakan AI generatif untuk menciptakan serangan 'phishing'," ujar Rajesh saat menjadi pembicara di ManageEngine Day 2026, India.

Menurut Rajesh, pemanfaatan AI untuk keamanan digital bisa jadi kombinasi sempurna dalam pasar bisnis teknologi ke depan.

"Kami melihat pentingnya menggunakan AI untuk menangkal serangan-serangan yang memanfaatkan AI itu sendiri. Dua hal ini menjadi area yang sangat penting, yang juga sedang kami fokuskan di ManageEngine," jelasnya.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka