Jakarta (KABARIN) - Pasangan ganda putri unggulan Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan, memastikan diri sebagai juara BWF World Tour Super 500 Daihatsu Indonesia Masters 2026 tanpa harus mengayunkan raket di partai final. Lawan mereka, Arisa Igarashi/Miyu Takahashi dari Jepang, terpaksa mengundurkan diri karena kondisi kesehatan Takahashi yang tidak memungkinkan.
Laga final yang dijadwalkan berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu, pun batal digelar. Dengan mundurnya pasangan Jepang, gelar ganda putri Indonesia Masters 2026 resmi menjadi milik pasangan Negeri Jiran.
Pelatih ganda putri Jepang, Yuki Kaneko, mengungkapkan bahwa Takahashi sudah mengalami demam sejak malam sebelum pertandingan. Meski sempat berharap bisa tetap tampil, kondisi sang pemain tidak kunjung membaik.
“Miyu sangat ingin bermain. Namun setelah mencoba melakukan persiapan, kondisinya tetap tidak memungkinkan. Keputusan mundur benar-benar diambil pada saat terakhir,” ujar Kaneko.
Gelar ini menjadi trofi perdana Pearly/Thinaah di musim 2026, sekaligus penebus hasil kurang maksimal mereka di dua turnamen awal tahun. Sebelumnya, pasangan Malaysia itu tersingkir di babak kedua Malaysia Open Super 1000 dan terhenti di perempat final India Open Super 750.
Sepanjang perjalanan mereka di Indonesia Masters 2026, Pearly/Thinaah tampil solid dan konsisten. Dari empat pertandingan yang dijalani, mereka hanya kehilangan satu gim, yakni pada laga pembuka melawan wakil Amerika Serikat Francesca Corbett/Jannie Gai dengan skor ketat 21-15, 20-22, 21-19.
Setelah itu, performa Pearly/Thinaah kian meyakinkan. Mereka selalu menang dua gim langsung, termasuk saat menyingkirkan wakil tuan rumah Lanny Tria Mayasari/Apriyani Rahayu di semifinal dengan skor telak 21-15, 21-9.
Meski kemenangan diraih tanpa final di lapangan, hasil ini tetap menjadi suntikan kepercayaan diri penting bagi Pearly/Thinaah untuk menatap rangkaian turnamen panjang sepanjang musim 2026.
Sumber: ANTARA