Jakarta (KABARIN) - Tubuh manusia memerlukan makanan yang mengandung protein setiap harinya agar metabolisme tubuh sehat.
Meski demikian konsumsi protein juga memiliki memiliki takaran yang direkomendasikan per harinya. Dikutip dari laman Everyday Health, Senin, profesor bidang nutrisi di Harvard TH Chan School of Public Health di Boston, Teresa Fung RD mengatakan sebagian besar orang sudah mendapatkan protein yang cukup.
Konsumsi protein berlebih bisa menyebabkan masalah dalam jangka panjang terutama jika memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti kolesterol tinggi atau penyakit ginjal.
Berikut 5 tanda kalau tubuh kamu kelebihan asupan protein.
1. Dehidrasi
Kelebihan protein dapat muncul dengan berbagai tanda seperti dehidrasi yang dapat meliputi rasa haus, lelah, pusing, atau kepala terasa ringan, serta kulit yang sangat kering, mata cekung, atau mulut kering.
Seorang profesor kardiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Pittsburgh Babak Razani, MD, PhD mengatakan ketika seseorang mengonsumsi protein lebih banyak daripada yang dibutuhkan tubuh, ginjal akan bekerja ekstra untuk memprosesnya.
Saat protein dicerna, nitrogen perlu dikeluarkan dari tubuh. Seiring waktu, ini dapat menyebabkan dehidrasi.
2. Urine berbusa
Kadar protein yang tinggi juga dapat ditandai dengan urine berbusa karena urine yang tinggi protein (proteinuria), berpotensi serius dan dapat menjadi indikator kerusakan ginjal.
Rasa ingin buang air kecil terus-menerus juga merupakan gejala lain dari proteinuria dan mungkin merupakan indikasi lain bahwa terlalu banyak mengonsumsi protein, yang juga merupakan proses yang sama dengan dehidrasi karena akan sering buang air kecil kata Kristin Kirkpatrick, RDN , seorang ahli diet-nutrisi terdaftar di Cleveland Clinic di Ohio dan pendiri serta presiden KAK Consulting.
3. Batu ginjal
Razani mengatakan jika memiliki riwayat batu ginjal atau faktor risiko untuk kondisi tersebut, seperti rentan terhadap infeksi saluran kemih, mengonsumsi terlalu banyak protein hewani dapat menyebabkan batu ginjal karena sering buang air kecil untuk mengeluarkan kelebihan nitrogen dari ginjal dapat mengganggu tingkat keasaman normal dalam urine dan memicu produksi oksalat, yaitu zat-zat di hati yang membentuk batu ginjal.
Tanda-tanda batu ginjal yang khas dapat meliputi nyeri tajam di sisi tubuh, punggung bawah, dan perut; nyeri saat buang air kecil; dan darah dalam urine.
4. BAB tidak teratur
Razani mengatakan, mengonsumsi nutrisi apapun yang berlebihan termasuk protein, dapat membuat pencernaan menjadi sulit dan menyebabkan masalah pencernaan seperti sembelit, karena kebanyakan orang melakukan ini dengan mengurangi nutrisi lain seperti serat dan kurang memiliki pola makan seimbang untuk mengatur fungsi usus.
“Jika pola makan tinggi protein kekurangan serat, maka masalah usus mungkin merupakan akibat dari asupan serat yang rendah tersebut,” kata Kirkpatrick.
5. Kenaikan berat badan
“Asupan protein berlebih, jika diimbangi dengan pengurangan asupan makanan lain, baik untuk penurunan berat badan. Tetapi jika total asupan kalori Anda lebih tinggi dari sebelumnya, meskipun semuanya dalam bentuk protein, maka penambahan berat badan akan terjadi,” kata Razani.
Kurangnya bukti ilmiah untuk mendukung klaim bahwa diet tinggi protein menyebabkan penurunan berat badan, dan beberapa orang justru mungkin mengalami kenaikan berat badan karena tidak semua orang makan lebih sedikit saat melakukan diet protein tinggi.
Razani mengatakan ada dua cara untuk memastikan asupan protein total optimal yakni fokus pada ukuran porsi dan pastikan memasukkan makanan kaya nutrisi lainnya dalam diet yang kaya akan biji-bijian utuh, buah-buahan dan sayuran segar, kacang-kacangan, polong-polongan, minyak zaitun, serta unggas dan ikan tanpa lemak untuk mendapatkan diet seimbang dengan jumlah protein dan nutrisi lain yang tepat, kata Razani.
Sumber: ANTARA