Jakarta (KABARIN) - Penggunaan obat pereda nyeri Tramadol tanpa pengawasan dokter bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Efeknya tidak hanya membuat seseorang gelisah, tetapi juga dapat memicu tremor hingga ketergantungan obat.
Guru Besar dan Konsultan Gastroenterologi Hepatologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Ari Fahrial Syam, menjelaskan bahwa tramadol sebenarnya digunakan dokter untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang. Obat ini juga kerap dipadukan dengan Paracetamol untuk meningkatkan efek penghilang rasa sakit.
Namun ia menegaskan bahwa tramadol termasuk obat keras karena memiliki potensi menimbulkan ketergantungan jika digunakan secara sembarangan.
"Tramadol termasuk obat keras karena sering disalahgunakan dan dapat menyebabkan adiksi atau ketergantungan. Jika sudah adiksi pasien akan meminta obat ini terus dan akan timbul sulit tidur, gelisah, nyeri otot hingga tremor,” kata Ari.
Penyalahgunaan obat ini sering terjadi karena efek tertentu yang dirasakan oleh penggunanya. Beberapa orang mengaku merasa lebih segar, lebih berenergi, bahkan mengalami peningkatan suasana hati dan rasa percaya diri setelah mengonsumsinya.
Menurut Ari, sensasi tersebut muncul karena tramadol dapat mengurangi rasa sakit atau ketidaknyamanan pada tubuh. Akibatnya, ada orang yang mengonsumsi obat ini bukan untuk pengobatan, tetapi demi merasakan efek tertentu.
Jika penggunaan terus dilakukan tanpa pengawasan tenaga medis, risiko ketergantungan akan semakin besar. Ketika seseorang sudah mengalami adiksi, mereka biasanya terus mencari obat tersebut dan akan merasakan berbagai gejala tidak nyaman jika berhenti mengonsumsinya.
"Ini (tramadol) termasuk obat keras dan harus dengan resep dokter. Harus resep dokter. Jadi, tidak boleh dijual bebas," kata Ari menegaskan.
Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan menyatakan tengah menyelidiki dugaan penjualan tramadol secara bebas di sejumlah tempat dan menegaskan akan menindak tegas jika ditemukan pelanggaran.
Kasus ini menjadi sorotan setelah sebuah video di media sosial menunjukkan sejumlah toko di wilayah Jakarta Timur dilempari petasan oleh warga karena diduga menjual tramadol secara bebas.
Sumber: ANTARA