Jakarta (KABARIN) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengingatkan orang tua agar memastikan anak-anak yang dibawa mudik Lebaran sudah mendapatkan imunisasi lengkap, termasuk vaksin campak, supaya anak terlindungi dari berbagai virus dan bakteri.
“Kita harus yakin anak-anak yang dibawa mudik sudah divaksin, atau saat di kampung halaman lakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) lebih intens,” kata Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Budi Setiawan dalam siniar cegah campak di Jakarta, Kamis.
Budi menekankan, WHO memperingatkan bahwa imunisasi bisa mencegah 2-3 juta kematian setiap tahun akibat penyakit seperti difteri, tetanus, pertusis, influenza, dan campak.
Ia menambahkan, jika anak mengalami demam, ruam merah setelah demam, mata memerah, batuk, pilek, atau gatal-gatal yang kadang disertai diare, sebaiknya segera dibawa ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat dan menunda bepergian untuk mencegah penularan.
“Tidak masuk sekolah dulu, tidak main ke tetangga dulu sebelum didiagnosis dokter. Karena, dengan upaya mencegah kontak dengan orang lain sudah masuk pencegahan, bukan melulu tentang imunisasi,” ucap Budi.
Beberapa daerah di Indonesia juga masih berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) campak tahun 2026, seperti Solok dan Pariaman di Sumatera Barat, Cilacap dan Klaten di Jawa Tengah, Sleman dan Gunung Kidul di Yogyakarta, Jember di Jawa Timur, Garut di Jawa Barat, Sinjai di Sulawesi Selatan, serta Tojo Una-una di Sulawesi Tengah.
Di Jakarta sendiri, Pemprov DKI tengah menggelar Imunisasi Kejar Serentak (IKS) campak untuk menjangkau anak-anak yang belum lengkap imunisasinya dan memperkuat kekebalan tubuh mereka.
IKS Maret 2026 difokuskan pada anak usia 9-59 bulan yang belum mendapat imunisasi MR1.
Kasus campak awal tahun ini tercatat 1.236 kasus di seluruh DKI Jakarta dengan jumlah tertinggi di Jakarta Barat (398 kasus), Jakarta Pusat (276 kasus), dan Jakarta Selatan (226 kasus), diikuti Jakarta Utara (179 kasus), Jakarta Timur (155 kasus), dan Kepulauan Seribu dua kasus.
Kecamatan dengan kasus terduga campak terbanyak antara lain Tanah Abang, Tambora, Taman Sari, Cengkareng, dan Pesanggrahan.
Sumber: ANTARA