New York (KABARIN) - Kontrak emas berjangka Comex New York untuk pertama kalinya menembus angka bersejarah 5.000 dolar Amerika Serikat per ons dalam perdagangan elektronik Globex pada Minggu malam (25/1).
Menurut survei Kitco News, beberapa analis tetap optimistis terhadap prospek emas, mengutip ketegangan geopolitik yang meningkat, kekhawatiran yang terus berlanjut terkait pengaruh politik terhadap Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS), serta kekhawatiran akan valuasi saham dan momentum di pasar komoditas.
Sejumlah analis pasar sepakat bahwa kekuatan utama di balik reli emas terbaru adalah pelemahan dolar AS yang terus berlanjut. Penjualan obligasi pemerintah AS yang terus berlanjut, baik untuk kepentingan geopolitik maupun keberlanjutan utang, memperkuat tren pelemahan dolar AS secara luas, dengan sebagian arus keluar itu mengalir ke emas.
Meski prospek optimistis, beberapa analis memperingatkan bahwa harga emas berpotensi menghadapi jeda teknis atau koreksi tajam dalam waktu dekat.
Sumber: Xinhua