Saham AS Anjlok Setelah Harga Minyak Melonjak Tajam

waktu baca 2 menit

New York City (KABARIN) - Pasar saham Amerika Serikat ditutup di zona merah pada Kamis setelah lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran baru di kalangan investor.

Kenaikan biaya energi membuat pelaku pasar cenderung berhati hati dan melepas sebagian saham mereka.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,56 persen dan berakhir di level 46.677,85. Indeks S&P 500 ikut terkoreksi 1,52 persen menjadi 6.672,62. Sementara itu indeks Nasdaq Composite melemah lebih dalam dengan penurunan 1,78 persen hingga berada di posisi 22.311,98.

Mayoritas sektor di indeks S&P 500 bergerak turun. Dari total 11 sektor utama, delapan di antaranya berakhir di wilayah negatif. Penurunan paling dalam terjadi pada sektor industri serta sektor barang konsumsi nonesensial yang masing masing terkoreksi 2,52 persen dan 2,21 persen.

Di sisi lain, sektor energi dan utilitas justru mencatat kinerja positif. Kedua sektor tersebut menjadi pengecualian dengan kenaikan masing masing sebesar 0,98 persen dan 0,73 persen.

Lonjakan harga minyak menjadi pemicu utama tekanan di pasar saham. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman April melesat 9,72 persen hingga mencapai 95,73 dolar AS per barel.

Kenaikan tajam tersebut dipicu oleh pernyataan pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei. Ia menyebut penutupan Selat Hormuz akan tetap dilakukan sebagai langkah strategis dalam menghadapi pihak yang dianggap sebagai lawan.

"sebagai alat untuk menekan musuh".

Pemerintah Amerika Serikat kemudian mencoba meredam dampak lonjakan harga energi. Menteri Energi AS Chris Wright pada Rabu mengumumkan rencana pelepasan cadangan minyak strategis sebanyak 172 juta barel. Proses distribusi minyak tersebut diperkirakan berlangsung selama sekitar 120 hari.

Di sisi korporasi, saham Honda Motor turun lebih dari 5 persen. Penurunan terjadi setelah perusahaan otomotif asal Jepang itu memperingatkan potensi kerugian besar dari evaluasi ulang strategi kendaraan listriknya. Total biaya dan kerugian yang diperkirakan bisa mencapai 2,5 triliun yen membuat perusahaan mengubah proyeksi tahun fiskalnya dari laba menjadi rugi bersih.

Dalam perdagangan setelah laporan keuangan diumumkan, saham Petco Health & Wellness justru melonjak hampir 35 persen. Sebaliknya saham Dollar General turun 6,14 persen.

Sementara itu saham Adobe ikut terkoreksi 1,43 persen menjelang rilis laporan kinerja perusahaan yang dijadwalkan diumumkan setelah penutupan pasar.

Sumber: Xinhua

TAG:
Bagikan

Mungkin Kamu Suka