Gaza (KABARIN) - Jumlah korban jiwa di Jalur Gaza terus bertambah meski gencatan senjata telah diberlakukan sejak 11 Oktober. Hingga kini, total korban tewas akibat agresi Israel sejak Oktober 2023 dilaporkan mencapai 71.662 orang, sementara 171.428 orang lainnya mengalami luka-luka. Mayoritas korban merupakan perempuan dan anak-anak.
Angka ini diperkirakan masih akan meningkat. Pasalnya, banyak warga Gaza yang diduga masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan dan belum bisa dievakuasi karena keterbatasan akses ambulans maupun tim penyelamat di lapangan.
Laporan medis menyebutkan, dalam 24 jam terakhir saja, dua orang dilaporkan tewas dan sembilan lainnya terluka akibat tembakan Israel. Kondisi ini menunjukkan bahwa kekerasan masih terjadi meskipun kesepakatan gencatan senjata sudah berjalan.
Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 11 Oktober, jumlah korban bertambah signifikan. Tercatat 488 orang meninggal dunia dan 1.350 lainnya terluka. Selain itu, sedikitnya 714 jasad berhasil dievakuasi dari bawah puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan sebelumnya.
Tragedi kemanusiaan juga diperparah oleh kondisi cuaca ekstrem. Seorang bayi berusia 12 hari dilaporkan meninggal dunia di Rumah Sakit Al-Rantisi akibat cuaca dingin yang sangat ekstrem. Dengan kejadian ini, total kematian anak-anak akibat kedinginan sejak awal musim dingin meningkat menjadi 11 orang.
Situasi di Gaza hingga kini masih jauh dari kata aman. Meski ada gencatan senjata, ancaman keselamatan warga sipil tetap menghantui, baik akibat sisa-sisa serangan, kondisi lingkungan yang rusak, maupun krisis kemanusiaan yang belum tertangani sepenuhnya.
Sumber: WAFA