Ketegangan perdagangan tetap menjadi perhatian utama, dengan agenda tarif Presiden AS Donald Trump sekali lagi mengganggu pasar,
Jakarta (KABARIN) - Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada perdagangan Rabu di Jakarta, naik 46 poin atau 0,27 persen menjadi Rp16.732 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.768 per dolar AS.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai penguatan rupiah terdorong oleh retorika perdagangan agresif Presiden AS Donald Trump dan ancaman tarif yang kembali jadi sorotan pasar.
“Ketegangan perdagangan tetap menjadi perhatian utama, dengan agenda tarif Presiden AS Donald Trump sekali lagi mengganggu pasar,” kata Ibrahim.
Eskalasi perang dagang antara AS dan Korea Selatan ikut memengaruhi pasar keuangan global. Trump sempat mengancam akan mengenakan tarif 25 persen terhadap barang-barang asal Seoul karena belum ada kemajuan legislasi terkait kesepakatan dagang yang difinalisasi Oktober 2025.
Sentimen positif lain datang dari pernyataan Trump yang memastikan suku bunga akan turun seiring kepemimpinan baru di Federal Reserve menggantikan Jerome Powell. Pasar memperkirakan suku bunga FOMC tetap di kisaran 3,5-3,75 persen dan menunggu konferensi pers Ketua The Fed Jerome Powell untuk panduan kebijakan moneter terbaru.
“Perhatian selanjutnya akan beralih ke konferensi pers Ketua Jerome Powell pasca-pertemuan pada pukul 02.30 WIB untuk panduan baru tentang jalur kebijakan moneter, dengan para pedagang saat ini memperkirakan sekitar dua kali pemotongan suku bunga hingga akhir tahun ini,” ungkap Ibrahim.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia hari ini juga menguat ke level Rp16.723 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.801 per dolar AS.
Penguatan rupiah ini jadi sinyal positif bagi pasar di tengah ketidakpastian global akibat ancaman tarif dan dinamika suku bunga AS.
Sumber: ANTARA