Teheran (KABARIN) - Seorang penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei pada Rabu (28/1) memperingatkan bahwa negara Timur Tengah itu akan menganggap semua langkah militer yang diambil Amerika Serikat (AS) terhadapnya sebagai ajakkan perang.
Ali Shamkhani, yang juga merupakan perwakilan pemimpin tertinggi tersebut di Dewan Pertahanan Iran, menyampaikan pernyataan itu dalam unggahan di platform media sosial X seiring tetap tingginya ketegangan antara Iran dan AS di tengah peningkatan kekuatan militer AS di Timur Tengah.
Dia mengatakan, "serangan terbatas" AS terhadap Iran hanya sebuah "kiasan.
"Setiap tindakan militer oleh AS dari sumber mana pun dan pada level mana pun akan dianggap sebagai awal perang, dan responsnya akan cepat, habis-habisan, dan belum pernah terjadi sebelumnya," ujar Shamkhani.
Dia menekankan bahwa respons Iran akan menyasar pihak agresor, jantung Tel Aviv, dan semua pendukung pihak agresor.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika Presiden AS Donald Trump pada Rabu mengatakan bahwa armada besar, yang dipimpin oleh Kapal Induk Abraham Lincoln dan lebih besar dari yang dikirim ke Venezuela, sedang menuju Iran, dan memperingatkan Teheran bahwa waktu hampir habis untuk mencapai kesepakatan dengan AS.
Sebelumnya pada Senin (26/1), Iran memperingatkan soal respons yang komprehensif dan akan menimbulkan penyesalan terhadap setiap agresi.
Menanggapi ancaman Trump dalam unggahan di X pada Rabu, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan bahwa angkatan bersenjata Iran yang gagah berani siap, dengan posisi yang sudah siaga, untuk dengan segera dan tangguh merespons setiap agresi.
Namun, Araghchi juga mengatakan bahwa "pada saat yang sama, Iran selalu menyambut baik kesepakatan nuklir yang saling menguntungkan, adil, dan setara, dengan kesetaraan, dan bebas dari paksaan, ancaman, maupun intimidasi, yang menjamin hak Iran atas teknologi nuklir damai, dan menjamin tidak adanya senjata nuklir.
Sumber: Xinhua