Jalur Lintas Aceh–Medan Normal, Ekonomi Serai Wangi Gayo Lues Bangkit

waktu baca 2 menit

Gayo Lues, Aceh (KABARIN) - Petani serai wangi di Desa Gajah, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, mulai kembali bergairah. Pulihnya akses transportasi jalur lintas Gayo Lues menuju Medan, Sumatera Utara, membawa dampak nyata terhadap roda ekonomi warga, khususnya petani minyak serai.

Salah satunya dirasakan Masudin, petani serai yang sebelumnya terdampak bencana longsor. Ia mengungkapkan, sebelum akses jalan kembali normal, harga minyak serai wangi sempat merosot hingga Rp325 ribu per kilogram. Kini, harga kembali stabil di angka Rp350 ribu per kilogram.

“Dulu harga minyak serai sempat turun jadi Rp325 ribu per kilo. Sekarang Alhamdulillah sudah kembali Rp350 ribu per kilogram,” ujar Masudin kepada ANTARA, Minggu.

Masudin menjelaskan, ia masih menggunakan metode penyulingan manual dengan memanfaatkan dua drum bekas sebagai alat distilasi. Dalam satu masa panen yang berlangsung sekitar lima bulan, ia bisa melakukan penyulingan hingga 12 kali.

Dari setiap proses penyulingan, Masudin memperoleh hasil ekstraksi sekitar 8 hingga 10 kilogram minyak serai wangi, yang kemudian dipasarkan keluar daerah.

“Alhamdulillah, setelah jalan bisa dilalui, harga kembali normal dan pembeli juga lancar datang,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemerintah memberikan perhatian serius terhadap pemulihan konektivitas jalur lintas tengah Aceh. Fokus utama diarahkan pada ruas Kutacane–Blangkejeren hingga Gayo Lues dan Aceh Tenggara, yang sempat terganggu akibat longsor.

Penanganan ruas Jalan Blangkejeren–Batas Kabupaten Gayo Lues/Aceh Tenggara dilakukan oleh Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, dengan mengerahkan alat berat seperti ekskavator dan wheel loader untuk membersihkan material longsor.

“Hampir semua kendaraan sudah bisa lewat. Logistik, kendaraan berat, BBM, dan kebutuhan lainnya sudah bisa masuk dari arah Kutacane menuju Blangkejeren maupun ke Gayo Lues,” ujar Dody.

Pulihnya akses jalan ini tak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk para petani serai wangi yang selama ini bergantung pada kelancaran distribusi ke luar daerah.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka