Seoul (KABARIN) - Pemerintah Korea Selatan disebut tengah menyiapkan langkah besar dengan rencana ekspor jet tempur KF-21 Boramae ke Indonesia. Total ada 16 unit yang akan dikirim jika kesepakatan resmi tercapai.
Rencana ini kabarnya akan difinalisasi saat kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan pada akhir Maret hingga awal April. Dalam momen tersebut, kedua negara ditargetkan menyelesaikan perjanjian awal sebelum kontrak final dirampungkan pada paruh pertama tahun ini.
Jika terealisasi, langkah ini bakal jadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya jet tempur buatan Korea Selatan dijual ke luar negeri.
Program pengembangan KF-21 sendiri sudah dimulai sejak 2015. Proyek ini bertujuan menghadirkan pesawat tempur supersonik buatan dalam negeri sebagai pengganti armada lama seperti F-4 dan F-5 yang sudah digunakan cukup lama.
Dalam proyek ini, Indonesia sempat ikut sebagai mitra dengan komitmen awal menanggung sekitar 20 persen biaya pengembangan. Sebagai gantinya, Indonesia mendapatkan akses transfer teknologi dari pihak Korea Selatan.
Namun dalam perjalanannya, kontribusi tersebut sempat mengalami kendala. Pemerintah Indonesia kemudian mengusulkan penyesuaian nilai investasi sekaligus perubahan porsi transfer teknologi. Kesepakatan terbaru akhirnya memangkas kontribusi Indonesia menjadi sekitar 600 miliar won atau setara Rp6,7 triliun.
Selain itu, proyek ini juga sempat diwarnai isu hukum terkait dugaan pelanggaran teknologi oleh pihak tertentu. Meski begitu, pengembangan KF-21 tetap berjalan dan bahkan telah menyelesaikan uji terbang tanpa insiden pada awal tahun ini.
Pemerintah Korea Selatan menargetkan proses pengembangan selesai dalam waktu dekat. Setelah itu, pengiriman tahap awal jet tempur canggih tersebut ke angkatan udara direncanakan dimulai pada paruh kedua tahun ini.
Sumber: YHP