Teheran (KABARIN) - Aktivitas produksi gas di Iran mulai kembali berjalan setelah serangan yang menyasar ladang gas South Pars. Meski begitu, prosesnya dilakukan dengan pengawasan ketat untuk memastikan keamanan tetap terjaga.
Perusahaan National Iranian Gas Company menyatakan sistem distribusi gas nasional masih dalam kondisi stabil dan tidak ada gangguan besar pada pasokan ke masyarakat.
"Produksi gas saat ini berjalan sesuai dengan prosedur keamanan, dan jaringan gas negara stabil. Tidak ada distrik yang mengalami pembatasan pasokan gas," demikian menurut laporan yang mengutip pernyataan resmi.
Sebelumnya, fasilitas energi di kawasan South Pars dan wilayah industri Asaluyeh dilaporkan menjadi target serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Insiden tersebut sempat memicu kebakaran di area penyimpanan dan pengolahan gas.
Situasi ini membuat ketegangan di kawasan semakin meningkat. Iran juga memberi sinyal akan membalas serangan tersebut dengan menargetkan infrastruktur energi di beberapa negara Teluk.
Pihak militer Iran bahkan mengingatkan warga agar menjauhi fasilitas energi yang berkaitan dengan kepentingan Amerika di kawasan Timur Tengah demi alasan keamanan.
Ketegangan ini merupakan bagian dari konflik yang lebih luas sejak akhir Februari, ketika serangan militer dilakukan ke sejumlah wilayah di Iran dan memicu aksi balasan ke berbagai titik di kawasan.
Sumber: Sputnik_OANA