Doa pada Malam Nisfu Sya'ban Beserta Artinya

waktu baca 4 menit

Jakarta (KABARIN) - Malam Nisfu Sya’ban selalu menjadi momen yang dinanti umat Islam, khususnya di Indonesia. Malam ini dikenal sebagai salah satu malam istimewa dalam kalender Hijriah karena sarat dengan nilai spiritual dan menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah serta refleksi diri menjelang datangnya bulan Ramadan.

Pada tahun 2026, pertengahan bulan Sya’ban 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026. Artinya, malam Nisfu Sya’ban dimulai sejak Senin malam, 2 Februari 2026, setelah waktu Maghrib hingga menjelang Subuh keesokan harinya. Penetapan ini merujuk pada perhitungan kalender Hijriah yang umum digunakan oleh lembaga-lembaga keagamaan di Indonesia dengan mengacu pada metode hisab dan rukyat.

Secara bahasa, Nisfu Sya’ban berarti pertengahan bulan Sya’ban, yaitu malam ke-15 dalam bulan kedelapan kalender Hijriah. Dalam tradisi Islam, malam ini dipandang sebagai salah satu malam yang penuh keberkahan dan rahmat. Banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dengan berbagai bentuk ibadah, seperti memperbanyak doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, serta memperbanyak istighfar.

Bagi sebagian umat Islam, malam Nisfu Sya’ban juga menjadi momen untuk melakukan refleksi rohani. Sebab, bulan Sya’ban berada tepat sebelum Ramadan. Artinya, malam ini bisa menjadi titik awal untuk memperbaiki kualitas ibadah dan niat agar lebih siap menyambut bulan suci.

Sebagian ulama juga menjelaskan bahwa malam Nisfu Sya’ban dipandang sebagai malam penuh keberkahan, di mana seorang Muslim dianjurkan untuk memperbanyak taubat dan memohon ampunan. Momentum ini sangat relevan untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT (hablum minallah) sekaligus memperbaiki hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas).

Selain itu, dalam tradisi keilmuan Islam, ada pandangan yang menyebutkan bahwa pada malam Nisfu Sya’ban Allah menetapkan atau menampakkan ketentuan tahunan, seperti rezeki, ajal, dan berbagai peristiwa penting lainnya. Meski terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama terkait detailnya, malam ini tetap dipandang sebagai waktu yang baik untuk bermunajat dan memperbanyak doa.

Umat Islam dianjurkan memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu serta memohon kebaikan untuk kehidupan dunia dan akhirat. Salah satu doa yang populer di kalangan masyarakat Muslim berasal dari tradisi para ulama sufi, yang berisi permohonan agar dihapuskan segala keburukan, diberi keberkahan hidup, serta dijauhkan dari berbagai bencana dan fitnah.

Doa Nisfu Sya'ban:

اللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْهِ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، يَا ذَا الطَّوْلِ وَالْإِنْعَامِ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، ظَهْرَ اللَّاجِئِينَ، وَجَارَ الْمُسْتَجِيرِينَ، وَأَمَانَ الْخَائِفِينَ.

اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مَطْرُودًا أَوْ مُقَتَّرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَطَرْدِي وَتَقْتِيرَ رِزْقِي.

وَأَثْبِتْنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ سَعِيدًا مَرْزُوقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ.

فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِي كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ عَلَى نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ:

يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ.

إِلَهِي بِالتَّجَلِّي الْأَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمِ، الَّتِي يُفْرَقُ فِيهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ، أَنْ تَكْشِفَ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْمِحَنَ وَالْفِتَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

Allahumma yaa dzal manni wa laa yumannu ‘alaihi, yaa dzal jalaali wal ikraam, yaa dzath thauli wal in‘aam, laa ilaaha illaa anta, zhahrall laaji-iin, wa jaa-ral mustajiiriin, wa amaanal khaa-ifiin. Allahumma in kunta katabtanii ‘indaka fii ummil kitaabi syaqiyyan aw mahruuman aw mathruudan aw muqattaran ‘alayya fir rizqi, famhu Allahumma bifadhlika syaqaawatii wa hirmaanii wa thardii wa taqtiira rizqii. Wa atsbitnii ‘indaka fii ummil kitaabi sa‘iidan marzuuqan muwaffaqan lil khairaat. Fa innaka qulta wa qawluka al-haqq fii kitaabikal munzali ‘alaa nabiyyikal mursali: Yamhu Allahu maa yasyaa-u wa yutsbitu wa ‘indahuu ummul kitaab. Ilaahii bittajallil a‘zham fii lailatin nishfi min syahri sya‘baanal mukarram, allatii yufraqu fiihaa kullu amrin hakiim, an taksyifa ‘annaa al-balaa-a wal waba-a wal fahsyaa-a wal ghalaa-a wal mihan wal fitan maa zhahara minhaa wa maa bathan, ‘an baladina haadzaa khaashshatan wa ‘an saa-iri bilaadil muslimiina ‘aammatan, innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir.

Artinya: "Ya Allah, wahai Zat yang Maha Memberi dan tidak pernah diberi, wahai Zat yang memiliki keagungan dan kemuliaan, wahai Zat yang memiliki karunia dan anugerah. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkaulah tempat berlindung orang-orang yang mencari perlindungan, penolong orang-orang yang meminta pertolongan, dan pemberi rasa aman bagi orang-orang yang takut.

Ya Allah, jika Engkau telah menuliskanku di dalam Lauhul Mahfuz sebagai orang yang celaka, terhalang dari rezeki, terusir, atau disempitkan rezekinya, maka hapuskanlah dengan karunia-Mu segala kecelakaanku, keterhalanganku, keterusiranku, dan kesempitan rezekiku.

Tetapkanlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang bahagia, diberi rezeki, dan diberi taufik untuk melakukan kebaikan.

Sesungguhnya Engkau telah berfirman dan firman-Mu adalah benar dalam kitab-Mu yang Engkau turunkan kepada Nabi-Mu yang Engkau utus:

“Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan apa yang Dia kehendaki, dan di sisi-Nya terdapat Ummul Kitab.”

Tuhanku, dengan tajalli-Mu yang Maha Agung pada malam pertengahan bulan Sya’ban yang mulia, malam di mana ditetapkan setiap perkara yang penuh hikmah, aku memohon agar Engkau menyingkirkan dari kami segala bencana, wabah, perbuatan keji, mahalnya harga, ujian, dan fitnah, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, dari negeri kami khususnya dan dari seluruh negeri kaum Muslimin pada umumnya. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Selain doa-doa khusus yang biasa dibaca secara berjamaah di masjid atau musala, umat Islam juga dianjurkan membaca doa-doa umum, seperti istighfar, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta doa memohon petunjuk dan keteguhan iman.

Bagikan

Mungkin Kamu Suka