Ini Kronologi Pelajar Tewas Akibat Kecelakaan Tunggal di Jalan Matraman Raya

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Satuan Lalu Lintas Jakarta Timur membeberkan kronologi kecelakaan tunggal yang menewaskan seorang pelajar di Jalan Matraman Raya, dekat JPO Berlan, Kecamatan Matraman, Senin pagi.

"Korban bernama ASP (17) saat itu mengendarai sepeda motor bernomor polisi B 4677 SGL dari arah selatan menuju utara. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB," kata Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Timur AKP Darwis Yunarta saat dikonfirmasi.

Darwis menjelaskan sebelum kecelakaan, korban melaju normal di jalur tersebut. Namun, saat melewati dekat JPO Berlan, motor yang dikendarainya diduga menghantam lubang di jalan sehingga kehilangan kendali.

"Korban melaju dari arah selatan menuju utara. Saat melintas di dekat JPO Berlan, kendaraan korban diduga terkena lubang sehingga kehilangan kendali," ujar Darwis.

Benturan tersebut membuat korban terjatuh dan terpental ke badan jalan. Korban saat itu tidak memakai helm sehingga mengalami luka serius di kepala dan wajah. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian segera melapor ke polisi.

Petugas Satlantas Polres Metro Jakarta Timur tiba di lokasi untuk penanganan awal, mengamankan area, memeriksa korban, dan mengamankan sepeda motor yang digunakan. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia di tempat.

"Akibat kejadian tersebut pengendara mengalami luka pada bagian wajah dan kepala, kemudian meninggal dunia di TKP," ujar Darwis.

Jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri untuk visum et repertum. Hingga kini, Unit Yanmas Laka Tim II Satlantas Polres Metro Jakarta Timur masih mendalami kasus ini dengan mengumpulkan keterangan saksi dan melengkapi administrasi penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti.

Darwis mengimbau pengendara untuk selalu memperhatikan kondisi jalan, menjaga kecepatan, dan menggunakan perlengkapan keselamatan demi menghindari kecelakaan serupa.

"Di sini sudah sering (terjadi kecelakaan), mungkin karena tambalan jalan (berlubang), jadi rawan," kata Ardhi, warga sekitar Matraman Raya.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIB saat arus lalu lintas masih relatif sepi.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka