Jakarta (KABARIN) - Dokter bedah sekaligus kreator konten kesehatan berbasis di Inggris Raya dr. Karan Rajan membagikan kemampuan tersembunyi sparkling water alias air soda untuk menekan keinginan untuk ngemil (mencamil).
Mengutip laporan Hindustan Times yang disiarkan Selasa (9/2), minum air soda bisa mengatakan kebiasaan mencamil tanpa sadar. Sebagian besar dari apa yang dianggap sebagai rasa lapar sebenarnya bukanlah rasa lapar yang sesungguhnya, melainkan sering kali disebabkan oleh kebosanan, stres, atau kebutuhan otak akan stimulasi.
Nafsu makan, kata Rajan, diatur secara terpusat dan dipengaruhi oleh beberapa sinyal fisiologis termasuk masukan dari usus, saraf vagus, dan reseptor peregangan perut sehingga keinginan untuk ngemil bukan hanya psikologis serta juga memiliki komponen biologis yang kuat.
Dalam kondisi itu, air soda dapat membantu, dengan menstimulasi jalur-jalur ini dan berpotensi mengurangi keinginan untuk makan tanpa sadar.
Karbonasi menambah volume dan meregangkan perut secara perlahan, memicu sinyal ke otak yang meningkatkan rasa kenyang dan membantu mengurangi asupan kalori lebih lanjut.
"Saat minum air soda, CO2 dan karbonasi meningkatkan distensi (pembesaran) lambung," kata Rajan.
Secara fisik, lambung meregang sehingga mengaktifkan mekanoreseptor pada dinding lambung. Lambung kemudian mengirimkan sinyal melalui saraf vagus ke hipotalamus dan batang otak.
Pesannya adalah volume terdeteksi dan asupan energi dapat dihentikan sementara. Dan dalam pengaturan nafsu makan awal, volume lebih memengaruhi rasa kenyang daripada kalori, kata Rajan.
Dokter bedah tersebut menambahkan bahwa minum air soda, yang secara lembut meregangkan dinding perut, dapat membantu menekan hormon utama pemicu rasa lapar ghrelin sekaligus merangsang hormon pemicu rasa kenyang.
Dia mengklarifikasi bahwa air soda tidak secara langsung menyebabkan penurunan lemak sebab kalori tetap menjadi asupan yang penting. Sebaliknya, air soda dapat berfungsi sebagai alat bantu untuk menekan nafsu makan sehingga memudahkan untuk membuat pilihan makanan yang lebih bijak dan sehat.
Sumber: The Hindustan Times