Dinamika Si Anak Tengah dalam Keluarga Menurut Psikolog

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Psikolog dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), Samanta Elsener M.Psi, menjelaskan dinamika anak tengah dalam keluarga yang kerap memengaruhi cara pandang mereka terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Saat dihubungi di Jakarta, Selasa, Samanta menyebut posisi anak tengah yang “terjepit” di antara kakak dan adik membuat mereka sering merasa perlu berusaha lebih keras untuk mendapatkan perhatian orang tua. Situasi ini bisa membentuk pola perilaku tertentu sejak kecil.

“Kurangnya perhatian dan perasaan diabaikan bisa memunculkan kecenderungan untuk memberontak atau justru berusaha menyenangkan semua orang, atau dikenal sebagai people pleaser,” kata Samanta.

Dalam dinamika keluarga sehari-hari, anak tengah juga cenderung mengambil posisi mengalah, baik terhadap kakak maupun adiknya. Kebiasaan ini, menurut Samanta, ikut membentuk cara mereka berelasi dengan orang lain di luar keluarga.

“Sering kali anak tengah menuruti keinginan anak tertua dan kebutuhan anak bungsu. Karena terbiasa mengalah, mereka cenderung memiliki ekspektasi yang tidak muluk dan lebih realistis terhadap orang lain,” ujar dia.

Pengalaman berbagi perhatian orang tua sejak kecil juga membentuk kemampuan sosial anak tengah. Samanta menilai, anak tengah umumnya lebih fleksibel dalam bersosialisasi dan cepat menyesuaikan diri di lingkungan baru.

“Anak tengah umumnya lebih ramah, terbuka terhadap pengalaman, dan mampu membangun hubungan baik dengan orang lain. Mereka terbiasa menyesuaikan diri sejak kecil saat perhatian orang tua terbagi. Selain itu, mereka juga lebih terbuka dalam mengambil risiko dan mencoba ide baru,” kata dia lagi.

Topik soal anak tengah belakangan ramai dibicarakan di media sosial setelah kasus pembunuhan satu keluarga di Warakas, Jakarta Utara. Pelaku diketahui merupakan anak tengah yang diduga menyimpan konflik karena merasa diperlakukan tidak adil oleh keluarganya.

Sejak kasus itu mencuat, banyak warganet membagikan pengalaman pribadi sebagai anak tengah. Sebagian mengaku pernah merasa kurang diperhatikan dibanding saudara lainnya, sehingga merasa relate dengan pembahasan soal dinamika anak tengah dalam keluarga.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka