Jakarta (KABARIN) - Menteri Agama Nasaruddin Umar minta semua masjid di jalur mudik jadi tempat yang nyaman dan ramah bagi siapa saja tanpa melihat latar belakang.
"Kami mengimbau daerah-daerah yang dilawati para pemudik, ada sekitar 6 ribu masjid di seluruh Indonesia itu supaya nanti hari-hari tertentu, baik itu hari mudik nasional ataupun mudik keagamaan, itu dibuka," ujar Menag di Jakarta, Senin.
Nasaruddin Umar bilang Ramadhan harus dimanfaatkan sebagai momen untuk meningkatkan ibadah sekaligus menumbuhkan empati dan solidaritas sosial.
Ia juga dorong pengurus masjid tidak cuma membuka pintu untuk ibadah atau istirahat. Masjid bisa jadi tempat bagi pemudik untuk berbuka puasa bersama.
"Bahkan, kalau perlu pada mudik Lebaran nanti, para pengurus masjid itu bukan saja membuka pintunya, tetapi memberikan buka puasa terhadap jamaah yang mungkin mampir," kata Menag.
Menag menekankan inti dari agama adalah mencintai sesama. Prinsip kemanusiaan jadi dasar saat memberi bantuan sosial, terutama di bulan suci.
"Jangan melihat agamanya orang yang kehausan dan kelaparan. Artinya, agama apapun yang sedang kelaparan itu, beri makan. Allah memuliakan anak cucu Adam, Tuhan tidak mengatakan memuliakan orang Islam (saja), tidak. Siapapun merasa anak cucu Adam, apapun agamanya, etniknya, warna kulitnya, beri bantuan," jelasnya.
Imam Besar Masjid Istiqlal itu juga mengajak umat beragama saling menghormati ruang publik dan meminta pemilik pusat perbelanjaan menyediakan fasilitas ibadah yang layak serta suasana nyaman bagi yang berpuasa.
"Saya mohon kepada pimpinan umat beragama, mari kita bersosialisasi untuk hal yang positif. Jadikan agama itu sebagai motivasi untuk mencintai orang sekalipun berbeda-beda agama. Itulah orang yang beragama, yang sejati," tambah Menag.
Sumber: ANTARA