Ribuan Warga Australia Turun ke Jalan untuk Demo Kunjungan Pemimpin Israel

waktu baca 2 menit

Istanbul (KABARIN) - Ribuan warga Australia turun ke jalan di Canberra, Sydney, Melbourne, dan Brisbane untuk memprotes kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog. Aksi protes ini diwarnai bentrokan dengan polisi saat aparat berusaha mengendalikan massa yang meneriakkan slogan-slogan penolakan terhadap Herzog, seperti dilaporkan Australian Broadcasting Corporation (ABC), Senin.

Herzog datang ke Australia dalam kunjungan resmi dengan pengamanan super ketat. Polisi Australia, petugas keamanan Israel, hingga penembak jitu mengawal setiap pergerakannya bersama sang istri sejak mendarat di Sydney. Agenda awalnya adalah bertemu komunitas Yahudi setempat, menyusul serangan teror di Bondi pada Desember lalu.

Setibanya di Sydney, Herzog langsung mendatangi Pantai Bondi untuk meletakkan karangan bunga di luar paviliun sebagai penghormatan bagi 15 korban penembakan massal saat perayaan Hanukkah pada 14 Desember 2025.

Dalam konferensi pers, Herzog mengutuk "penyebaran antisemitisme sebagai keadaan darurat global."

Pengamanan di Sydney diperketat dengan penutupan sejumlah ruas jalan dan pengerahan lebih dari 3.000 personel polisi. Sekitar 5.000 demonstran berkumpul di Balai Kota Sydney setelah seorang hakim Mahkamah Agung menolak gugatan darurat dari Kelompok Aksi Palestina terkait kewenangan tambahan yang diberikan kepada Kepolisian New South Wales.

Sebanyak 200 polisi ditempatkan di sekitar lokasi unjuk rasa. Dalam aksi itu, para orator mengecam Herzog, menyebutnya sebagai penjahat perang, serta mengutuk kampanye pengeboman Israel di Gaza.

Menurut laporan ABC, sekitar 30 aksi unjuk rasa lain diperkirakan berlangsung di berbagai kota di Australia selama kunjungan empat hari Herzog.

Di sisi lain, Dewan Yahudi Progresif Australia meluncurkan kampanye iklan besar-besaran di surat kabar utama pada Senin untuk menyatakan penolakan terhadap kunjungan resmi tersebut. Dewan ini juga menerbitkan surat terbuka yang ditandatangani lebih dari 1.000 akademisi Yahudi Australia, profesional hukum, seniman, dan pemimpin komunitas. Mereka mendesak Perdana Menteri Anthony Albanese agar menarik undangan untuk Herzog.

Namun, tidak semua kelompok Yahudi menolak. Sejumlah organisasi justru menyambut kedatangan Herzog. Alex Ryvchin, salah satu kepala eksekutif Dewan Eksekutif Yahudi Australia, menilai kunjungan ini bisa meningkatkan semangat komunitas Yahudi di negara tersebut.

Kunjungan Herzog berlangsung setelah gencatan senjata menghentikan serangan Israel yang dimulai pada Oktober 2023. Serangan itu menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina, melukai lebih dari 171.000 orang, serta menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur di Gaza. Meski ada gencatan senjata, tentara Israel dilaporkan masih melanggar kesepakatan, dengan korban tewas tambahan 576 warga Palestina dan 1.543 orang terluka, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka