Jakarta (KABARIN) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengimbau masyarakat tak membeli kebutuhan secara berlebihan atau melakukan "panic buying" menjelang Imlek hingga Ramadhan 1447 Hijriah.
“Kalau kemudian belajar dari peristiwa Natal kemarin atau Tahun Baru, ketika ada yang kemudian ingin memboikot daging dan sebagainya, kami hanya mengimbau karena ketersediaan pangan di Jakarta sangat mencukupi, tidak usah ada panic buying,” kata Pramono di Balai Kota, Selasa.
Pramono juga menekankan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjamin bahwa ketersediaan bahan pangan maupun daging di Jakarta saat mencukupi.
Pemprov DKI Jakarta akan terus menggelar pasar murah. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk intervensi jika terjadi kenaikan harga atau gejolak di pasar.
Kendati demikian, Pramono menyebutkan, ada dua komoditas yang perlu diwaspadai karena sering mengalami kenaikan harga, yaitu minyak goreng dan cabai.
“Yang utama minyak sebenarnya. Jadi yang biasa naik itu minyak sama cabai. Jadi dua komoditas itu yang selalu mengalami kenaikan, salah satu inflasi yang ada adalah minyak dan cabai,” ungkap Pramono.
Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta juga akan mendorong kegiatan menanam cabai, meski lahan di Jakarta terbatas.
“Walaupun Jakarta wilayahnya terbatas, kegiatan menanam cabai tetap akan kami dorong,” katanya.
Sumber: ANTARA