Lagu instrumental “Barbara Rose” karya gitaris Radiohead, Jonny Greenwood, mendadak jadi sorotan setelah muncul sebagai musik latar dalam film dokumenter “Melania” yang dirilis Amazon MGM Studios pada 2026. Padahal, lagu tersebut awalnya diproduksi lewat label Universal khusus untuk film drama romantis garapan Paul Thomas Anderson, “Phantom Thread” (2017).
Perwakilan hukum Jonny Greenwood dan Paul Thomas Anderson mengklaim pihak label musik tidak berkonsultasi dengan Jonny saat lagu itu digunakan oleh pihak ketiga di luar proyek “Phantom Thread”. Hal ini dinilai berpotensi melanggar perjanjian yang sudah disepakati sebelumnya. Pernyataan tersebut diperoleh Variety dan dilansir dari Independent pada Selasa.
Karena itu, Jonny Greenwood dan Paul Thomas Anderson meminta agar bagian musik dari “Phantom Thread” (2017) yang sudah dipakai di film dokumenter “Melania” dihapus. Sampai saat ini, Amazon MGM Studios dan Universal belum memberikan komentar atau klarifikasi resmi terkait polemik tersebut.
Di sisi lain, produser sekaligus penasihat senior eksklusif film dokumenter “Melania” (2026), Marc Beckman, mengklaim timnya sudah menjalankan seluruh prosedur perizinan secara resmi. Dalam wawancara dengan media lokal AS yang dilansir The Daily Beast pada Selasa, Beckman menegaskan semua lagu yang dipakai di film tersebut sudah melalui proses legal.
Beckman mengaku masih menyimpan dokumen perjanjian yang sah secara hukum dan telah ditandatangani penuh oleh para pihak terkait penggunaan setiap lagu dalam film “Melania”. Ia juga menegaskan tim produksi telah memberikan hak finansial kepada seluruh pemilik karya musik.
“Kami telah melakukan semuanya dengan benar. Kami mengikuti protokol, kami menghormati para seniman, kami telah memberikan kompensasi kepada semua orang atas musik mereka,” ujar Beckman.
Terlepas dari polemik hak cipta, film dokumenter “Melania” garapan sutradara Brett Ratner tetap menayangkan lagu “Barbara Rose” di bioskop Amerika Utara. Film ini mencatat pendapatan sebesar 2,37 juta dolar AS pada akhir pekan kedua penayangan, berdasarkan perkiraan yang dibagikan Amazon MGM Studios pada Minggu (8/2).
Secara kumulatif, film tersebut telah mengantongi lebih dari 13 juta dolar AS hingga akhir pekan kedua Februari (Super Bowl weekend) sejak rilis di bioskop Amerika Serikat pada 30 Januari 2026.
“Kami berhasil meraih pendapatan lebih dari 13 juta dolar dan mencapai target penjualan yang diprediksi untuk 'Super Bowl weekend' hampir persis seperti yang kami perkirakan,” kata Beckman.
Soal biaya produksi, laporan Independent menyebut Amazon MGM membeli hak film tersebut dari perusahaan produksi milik Melania Trump, Muse Films, dengan nilai 40 juta dolar AS. Selain itu, Amazon juga dikabarkan menggelontorkan tambahan dana sekitar 35 juta dolar AS untuk kebutuhan promosi dan pemasaran film ini.
Sumber: ANTARA