Korsel Razia 18 Lokasi dalam Penyelidikan Penerbangan Drone ke Korut

waktu baca 1 menit

Seoul (KABARIN) - Badan investigasi gabungan militer dan kepolisian Korea Selatan (Korsel) melakukan razia besar-besaran di 18 lokasi pada Selasa (10/2) sebagai bagian dari penyelidikan terkait dugaan penerbangan drone sipil Korsel ke Korea Utara (Korut).

Dikutip dari kantor berita Yonhap, razia serentak ini menyasar berbagai titik penting, termasuk Komando Intelijen Pertahanan dan Dinas Intelijen Nasional (National Intelligence Service/NIS), dimulai sekitar pukul 09.00 waktu setempat.

Satuan tugas gabungan ini sedang menelusuri tiga tersangka sipil yang diduga membantu musuh, sekaligus melanggar undang-undang keselamatan penerbangan. Tak hanya itu, tiga personel militer aktif dan satu pejabat NIS juga ditetapkan sebagai tersangka karena diyakini terlibat dalam penerbangan drone tanpa izin.

Kasus ini muncul setelah Korut menuduh Korsel melanggar wilayah udaranya dengan menerbangkan sebuah drone pada 4 Januari. Razia kali ini menandai langkah serius pihak Korsel untuk menindak dugaan pelanggaran yang bisa memicu ketegangan antar kedua negara.

Investigasi gabungan militer-kepolisian di Korsel ini menunjukkan fokus pemerintah untuk menegakkan keamanan udara dan memastikan aktivitas drone sipil tidak menimbulkan risiko politik maupun militer di kawasan.

Sumber: Xinhua

Bagikan

Mungkin Kamu Suka