Ottawa (KABARIN) - Para pemimpin politik dan bisnis Kanada menyuarakan kecaman keras terhadap ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menunda pembukaan Jembatan Internasional Gordie Howe yang hampir selesai, demikian dilaporkan media lokal pada Senin.
Jembatan tersebut, yang menghubungkan Windsor di Provinsi Ontario, Kanada, dengan Detroit di Negara Bagian Michigan, AS, akan menjadi perlintasan ketiga di gerbang Windsor-Detroit.
Koridor ini menangani sekitar 25 persen perdagangan bilateral antara Kanada dan AS serta menjadi arteri vital bagi industri otomotif Amerika Utara.
Wali Kota Windsor Drew Dilkens mengkritik Trump karena mengabaikan kepentingan bersama kedua negara.
"Ini benar-benar gila, saat saya membaca unggahan itu, saya tidak percaya dengan apa yang saya baca," kata Dilkens. "Ini hanyalah hambatan lain yang Donald Trump ciptakan untuk menghalangi perbuatan yang baik, tidak hanya untuk negara kami, tetapi juga untuk negaranya sendiri."
Menanggapi klaim Trump bahwa tidak ada produk Amerika yang digunakan dalam proyek pembangunan jembatan itu, Dilkens mengatakan baja asal Amerika digunakan untuk pembangunan sisi jembatan yang berada di wilayah AS.
Candace Laing, Presiden sekaligus CEO Kamar Dagang Kanada, juga memperingatkan dalam sebuah pernyataan bahwa memblokir pembukaan jembatan akan menjadi langkah "yang merugikan diri sendiri".
"Entah ini benar-benar terbukti atau hanya ancaman agar ketidakpastian tetap tinggi, memblokir atau membarikade jembatan merupakan langkah yang merugikan diri sendiri," ujar Laing. "Jalan ke depan bukanlah dengan merusak koridor perdagangan yang sudah ada; melainkan dengan membangun jembatan."
Proyek tersebut terutama didanai oleh pemerintah federal Kanada dengan investasi sebesar 6,4 miliar dolar Kanada (1 dolar Kanada = Rp12.341). Kanada berencana menutup biaya tersebut melalui pendapatan tol di masa depan. Selanjutnya, pendapatan tol akan dibagi dengan Negara Bagian Michigan setelah modal investasi sudah sepenuhnya kembali.
Sebelumnya pada Senin, Trump mengeluh di platform media sosialnya bahwa Kanada telah memperlakukan AS secara "tidak adil" dalam hal perdagangan. Dia menegaskan bahwa AS harus memiliki "setidaknya separuh" dari aset tersebut dan mengancam akan memblokir pembukaannya kecuali diberi kompensasi.
Retorika ini menandai perubahan yang tajam dari periode pertama Trump pada 2017, ketika dia mendukung jembatan itu sebagai "penghubung ekonomi yang vital antara kedua negara kita".
Sumber: Xinhua